oleh

Bandara Adisutjipto Temukan Balon Udara Pakai Gas Melon

-News-502 views

Otoritas penerbangan Bandara Adisutjipto Yogyakarta masih kerap menemui balon udara yang diterbangkan dengan liar. Padahal, penerbangan balon jelas membahayakan aktivitas penerbangan.

Kepala Dinas Operasi Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta, Kolonel PNB Andi Wijanarko, menyebut kebanyakan yang masih nekat menerbangkan balon adalah masyarakat di pelosok daerah. Bahkan, ada puluhan balon udara yang terbang dalam beberapa hari belakangan.

Salah satu daerah asal penerbangan balon udara liar itu yakni dari wilayah Kabupaten Wonosobo, Purworejo, Solo, serta Kebumen, Jawa Tengah. “Ada sekitar 20 balon udara,” kata Andi di Sleman Yogyakarta, Sabtu, 16 Juni 2018.

Ia mengatakan dalam dua hari terakhir, dua udara juga ditemukan di dua lokasi pendaratan, yakni Kecamatan Patuk, Gunungkidul dan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Pelaku penerbangan balon udara tanpa awak itu rata-rata anak-anak.

“Masalah ini kami koordinasikan dengan aparat kepolisian dan jajaran teritorial Angkatan Darat, di termasuk di daerah terduga sumber penerbangan balon udara,” ungkapnya.

General Manager AirNav Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi mengaku pernah menemukan balon udara yang diterbangkan dengan tabung gas melon (tiga kilogram) sebagai elemen utama. Bahkan, ada yang digantungi petasan.

Sayangnya, balon udara yang diterbangkan sebagian besar tak terdeteksi radar pesawat. “Ini (balon udara) sangat bahaya kalau masuk mesin (pesawat). Ini membahayakan penerbangan pesawat karena 80 persen tenaga pesawat berasal dari daya hisap, sisanya daya dorong,” ungkapnya.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2016 mengenai penerbangan balon udara dalam kegiatan masyarakat memang tak dilarang. Namun demikian, hal itu harus dilakukan dengan koordinasi dengan otoritas penerbangan setempat.(mtvn)

Komentar

News Feed