oleh

Lion Air Di Ancam Isu Bom

-News-548 views

Bahkan, jadwal penerbangan terpaksa ditunda lantaran ada penumpang yang teriak bom ketika pesawat hendak berangkat.

Sontak saja seisi pesawat maskapai Lion Air JT 687 menjadi panik dan pintu darurat pun langsung dibuka.

Dalam insiden kepanikan itu, sejumah penumpang dikabarkan luka.

Menurut OAS Manajer Angkasa Pura II, Bernard Munthe mengatakan berdasarkan penuturan pramugari memang asalnya terjadi kesalahpahaman antara prmugasri dan penumpang yang mengatakan ada Bom tersebut.

“Jadi saat salah satu penumpang ditangani pramugari dan versi penumpang, ada sedikit pertengkaran. Kemudian penumpang mengatakan bom dan terjadi kesalahpahaman dengan pramugari,” ujarnya seperti dilansir Tribun Pontianak.

Akibat adanya terikan bom itu, penumpang yang lain pun menjadi panik, namun diakuinya pramugari telah melakukan penanganan sesuai prosedur.

Sebab, sebelumnya memang telah ada briefing terkait ancaman bom.

“Saat ada ancaman bom, pramugari sudah melakukan briefing, pramugari meminta penumpang keluar dengan tenang. Namun karena ada ancaman menjadi panik penumpang,” katanya.

Akhirnya menurut dia penumpang dengan inisiatif sendiri membuka pintu emergency.

“Pramugari sudah meminta penumpang dengan tenang keluar dari pintu yang telah disediakan, namun karena panik penumpang membuka pintu emergncy. Akhrinya 7 penumpang mengalami luka-luka,” katanya.

Setelah itu menurut dia penumpang kemudian di lakukan screening, dan yang luka di bawa ke Rumah Sakit AURI.

“Penumpang yang luka dibawa ke Rumkit AURI tiga sudah kembali ke bandara. Untuk yang lainnya tetap menunggu dibandara,” lanjutnya.

Melansir Kompas.com, Kepala Polresta Pontianak AKBP Wawan Kristyanto mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku yang menyebabkan kepanikan penumpang tersebut.

“Masih kami dalami pemeriksaan, nanti apabila ada perkembangan akan kami kabari,” ujar Wawan di Mapolresta Pontianak, Senin malam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sambung Wawan, peristiwa tersebut berawal dari seorang pramugari yang menanyakan barang bawaan FN.

Mendapat jawaban dari FN, pramugari tersebut melaporkan kepada rekannya pramugari senior yang diteruskan kepada kapten (pilot) pesawat.

“Kemudian mereka memanggil petugas Avsec untuk menjemput penumpang tersebut (FN) beserta barang-barang yang dibawanya,” ungkap Wawan.

Selanjutnya, pilot memerintahkan untuk mengevakuasi dan meminta seluruh penumpang untuk kembali ke terminal keberangkatan.

Perintah (permintaan) evakuasi tersebut kemudian disampaikan pramugari kepada penumpang sebanyak tiga kali.

Pada permintaan pertama dan kedua, belum atau tidak ditanggapi oleh penumpang. Kemudian pada permintaan yang ketiga baru terjadi kegaduhan di dalam pesawat tujuan Pontianak-Jakarta tersebut.

“Yang ke empat, pramugari meminta penumpang untuk tetap melalui pintu depan. Namun ada yang membuka pintu darurat dan keluar dari pintu darurat melalui sayap,” jelas Wawan.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono memastikan jika insiden yang terjadi di pesawat lion air itu merupakan “Bomb Joke atau Candaan Bom”.

Didi Haryono menuturkan ‎“Bomb Joke” yang terjadi bermula adanya Iniatial Report Bomb Joke di pesawat Lion Air JT687.

“Berdasarkan keterangan dari pramugari, seorang penumpang menyebutkan tentang bom di bungkusan yang tertinggal di lantai pesawat,” katanya.

Saat ditanya pramugari barang milik siapa, lanjut Kapolda pria yang diketahui berinisal FN (26) tersebut mengakui barang tersebut miliknya dan berisikan bom.

FN berusia 26 tahun, strata satu (S1) alumnus satu di antara perguruan tinggi di Pontianak.

Ia tercatat penumpang pesawat dengan kode booking TSHYUD‎.

“Saat itu pesawat sudah dalam keadaaan siap akan take off dan pintu kabin sudah tertutup. Akibat adanya Bomb Joke , suasana menjadi panik, sehingga penumpang membuka emergency exit door dan keluar melalui sayap pesawat,” kata Kapolda.

Distrik manager Lion Air Group Pontianak, Lukman Nurjaman mengatakan adanya isu bom di pesawat Lion air di bandara Supadio yang akan terbang ke Jakarta hanya isu, Selasa (28/5/2018).

Diakuinya pesawat yang diisukan terdapat bom tersebut masih dalam kondisi aman.

“Tidak itu hanya isu, tidak ada bom, Alhamdulillah pesawat kita masih aman, namun memang ada yang meneriakan bom tadi,” ujarnya.

Karena hal tersebutlah maka terjadi kepanikan di dalam pesawat yang menyebabkan penumpang berhamburan keluar.

“Memang tadi karena panik jadi ada penumpang yang jatuh, karena keluar dari pintu emergency. Informasinya satu penumpang yang mengalami luka dan telah di bawa ke Rumah Sakit,” katanya.

Saat ini diakuinya memang pesawat tersebut belum berangkat dan masih dilakukan screening terhadap penumpang.

“Jumlah penumpang penuh, 189 orang, pesawat masih belum berangkat, dan sesuai SOP penumpang dilakukan screening dulu. Karena ini Kewenangan kepolisian dan security bandara,” tuturnya

(damanhuri tbn)

 

Komentar

News Feed