oleh

KEMELUT GEDUNG OLAH RAGA KABUPATEN PRINGSEWU

-News-777 views

min.co.id-LAMPUNG-Penempatan ruang kerja dilingkungan Gedung Olah Raga ( GOR ) Pringsewu oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga ( Dispora ) Kabupaten Pringsewu, sempat dipertanyakan. Dari sumber yang tidak mau identitasnya disebut melalui sambungan telepon selasa ( 27/3/2018 ) mengatakan, bahwa GOR Pringsewu pengerjaan dan pemeliharaanya adalah tanggung jawab Komite Pengelola Sarana dan Prasarana Olahraga yang ditetapkan melalui SK Bupati, dan didanai melalui anggaran KEMENPORA ( Kementrian Pemuda dan Olahraga ) yang diajukan oleh komite sendiri.

Sampai saat ini gedung kebanggaan masyarakat pringsewu tersebut belum ditetapkan menjadi aset daerah karena oleh komite gedung tersebut belum diserahkan ke pemerintah Kabupaten Pringsewu.

” Setahu saya, GOR itu masih menjadi tanggung jawab komite, karena sampai saat ini tidak ada bantuan dari pemda untuk pemeliharaan. Karena belum diserah terimakan ke Pemda, jadi apa alasan DISPORA berkantor di GOR dan mengambil alih pemeliharaannya ” ujar narasumber kepada Wartawan min.co.id

Masih menurut narasumber seharusnya DISPORA Terlebih dahulu meminta persetujuan komite dan tertuang dalam MOU jika ingin menempati gedung tersebut, karena sampai saat ini tanggung jawab pemeliharaan GOR masih ada pada komite dan KONI Kabupaten Pringsewu.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora ) Kabupaten Pringsewu Drs.H. Syamsir Kasim, M.Pd.I saat dijumpai diruang kerjanya rabu ( 28/3/2018 ) membenarkan bahwa GOR saat ini masih menjadi tanggung jawab komite. ” GOR ini betul masih menjadi tanggung jawab Komite dan perpindahan kami sejak bulan Januari 2018, itupun  sudah melalui koordinasi dengan pihak komite.” ujarnya

Saat didesak apakah GOR tersebut sudah menjadi aset pemda sehingga tanggung jawab pengelolaannya kini berada di bawah kuasa Dispora ? Syamsir berujar bahwa ” merujuk dari Perda Bupati no. 9 tahun 2016, kewajiban Dispora hanya mengelola sesuai yang diamanatkan dalam perda tersebut, jika untuk apakah GOR sudah menjadi aset pemda coba ditanyakan ke BPKAD.”

Dan masih menurut Kadispora pihaknya kini tengah berusaha menjembatani ke Kemenpora agar segera GOR pringsewu tersebut menjadi aset daerah, dan surat pengajuannya sudah dikirim awal Maret tahun 2018 ini dan hingga saat ini masih belum mendapat jawaban dari Kemenpora. ( Agus/red* )

Komentar

News Feed