oleh

Persija Jakarta Kritik Wasit Suramadu Super Cup

-Tak Berkategori-202 views

 

Min.co.id-Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra mengkritik kepemimpinan wasit Yudi Nurcahya saat bermain imbang 1-1 melawna Kedah FA dalam lanjutan Suramadu Super Cup (9/1) di Stadion Gelora Bangkalan.

Pria yang akrab disapa Teco ini menilai pertandingan tidak akan berjalan keras jika sang pengadil bisa lebih tegas. Meski begitu, Teco menganggap tensi permainan yang berlangsung cepat sangat bagus bagi persiapan timnya.

“Pemain kedua tim bermain terlalu keras. Ini sebetulnya tidak bagus. Seharusnya mereka berkonsentrasi untuk memenangkan pertandingan, dan tidak perlu emosi. Tetapi wasit seharusnya bisa menguasai pertandingan dengan lebih bagus,” ujar Teco.
Terkait

“Kami memulai pertandingan dengan bagus dan berhasil mencetak gol, tapi kami kehilangan satu pemain karena kartu merah, sehingga sulit mengembangkan permainan. Kurang pemain memaksa kami hanya bisa melakukan serangan balik saja.”

“Ini masih jauh dari awal musim, dan pertandingan seperti ini, serta menghadapi Madura United kemarin, sangat bagus untuk pemain, karena mereka banyak lari. Ini bagus untuk pemulihan fisik mereka.”

Sedangkan gelandang Novri Setiawan merasa kecewa wasit tidak memberikan hadiah penalti ketika dijatuhkan di kotak terlarang. Novri berharap wasit lebih baik lagi di masa mendatang.

“Kami menginginkan wasit bisa fair dalam pertandingan, karena kami banyak dirugikan. Kami seharusnya mendapakan penalti,” kata Novri.

Sementara itu, pelatih Kedah Ramon Marcote menyatakan, permainan keras yang ditunjukkan Macan Kemayoran justru bagus bagi anak asuhnya. Meski kembali gagal menang, Ramon senang pemain bermain baik sesuai instruksi.

“Kami hanya bermain dengan pemain lokal dan muda, sementara mereka bermain dengan beberapa pemain asing. Mereka bermain agresif, tetapi ini justru bagus bagi mental kami. Bagi kami sangat penting mengubah semua pemain [starter],” jelas Marcote.

“Kami bisa bermain lebih bagus. Kami memang melakukan kesalahan saat melawan Persela, tapi mereka tidak lebih bagus dari Persija. Mereka sangat kuat dan mencuri gol melalui set-pieces dengan bantuan pemain besar, sementara kami bermain dengan pemain-pemain kecil.

“Tetapi kami memang ingin bermain seperti itu dan lagipula kami tetap masih punya peluang [juara].” (da-awp)

Komentar