oleh

Ini Ciri Surat Suara Sah dan Tidak Sah di Pemilihan Kuwu Serentak Indramayu

-News-1.634 views

Min.co.id-Indramayu-Pemilihan kuwu atau kepala desa di Kabupaten Indramayu tinggal menghitung hari saja. Berbagai tahapan pilwu telah dilaksanakan, kini menginjak tahapan pelaksanaan penghitungan suara yang telah diatur pada Peraturan Bupati Indramayu No. 25 Tahun 2017, Tentang Penyelenggaraan Pemilihan Kuwu.

Diketahui pada pasal 18 Perbup 25/2017 ;
1. Pada saat akan di mulainya acara penghitungan suara, panitia pilwu menyampaikain penjelasan mengenai surat suara yang dianggap sah dan penjelasan surat suara yang tidak sah. Penjelasan tersebut diberitahukan kepada calon kuwu atau kuasa calon kuwu.

2. Surat suara dianggap sah jika memenuhi syarat hal di bawah ini:
a. Surat suara ditandatangani oleh ketua panitia.
b. Tanda coblos hanya terdapat pada satu (1) kotak segi empat yang memuat satu calon.
c. Tanda coblos terdapat dalam satu kotak segi empat yang memuat nomor, foto dan nama calon yang telah ditentukan.
d. Tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih didalam satu kotak segi empat yang memuat nama calon, foto dan nomor.
e. Tanda coblos terdapat pada salah satu garis kotak segi empat yang memuat nomor, foto dan nama calon.

3. Pada saat dimulainya penghitungan suara, sebelumnya panitia pilwu menerbitkan Berita Acara dimulainya penghitungan suara dengan disertai penandatanganan bersama antara panitia pilwu dengan calon kuwu atau kuasanya.

4. Surat suara yang dianggap tidak sah, meliputi :
a. Tidak menggunakan surat suara yang telah ditetapkan oleh panitia pilwu.
b. Surat suara yang tidak ditanda tangani oleh Ketua Panitia Pilwu atau yang mewakili.
c. Memberikan coblosan untuk lebih dari satu (1) calon kuwu dalam kotak segi empat surat suara.
d. Mencoblos tidak tepat pada bagian dalam batas kotak segi empat yang memuat nomor, foto dan nama calon.
e. Surat suara masih utuh atau tidak terdapat coblosan sama sekali.
f. Tidak menggunakan alat yang disediakan, misalnya disobek, menggunakan rokok dan lain sebagainya.

Pasal 19 Perbup 25/2017
1. Penghitungan suara diawali dengan pembukaan kotak suara dan panitia membuka lebar-lebar setiap kertas suara sambil memperlihatkannya kepada saksi atau kuasa dari calon kuwu dan menyebutkan jelas perihal keabsahan dan ketidakabsahan surat suara tersebut.

2. Surat suara yang sah dan tidak sah dicatat pada lembar penghitungan yang telah disediakan untuk setiap calon kuwu sampai semua surat suara selesai disebutkan. Selanjutnya dilakukan penjumlahan suara yang diperoleh untuk masing-masing calon kuwu.
(Fahmi)

Komentar

News Feed