oleh

Deddy Mizwar : Jawa Barat Masih Membutuhkan 5.000 Ruang Kelas Baru Untuk SMA

-Tak Berkategori-175 views

min.co.id/bandung – Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, bahwa Jawa Barat masih membutuhkan sekitar 5.000 ruang kelas baru (RKB) untuk tingkat SMA dan sederajat. Setidaknya penambahan RKB tersebut untuk memenuhi sekitar 170 ribu siswa/i jebolan SMP yang belum bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Tau enggak berapa banyak murid-murid SMP yang tidak bisa diterima di SMA? Ada 170 ribu orang enggak punya tempat. Jadi harus bisa dibangun minimal lima ribu ruang kelas baru dan unit sekolah baru,” kata pria yang akrab disapa Demiz, usai berkunjung ke SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) dan SMA Negeri 1 (SMAN 1) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/9).

Dengan dibangunnya 5.000 RKB artinya kebutuhan lulusan pelajar SMP bisa terserap seluruhnya. Artinya target untuk terus meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) sesuai program yang tengah dijalankan bisa terus dikejar.

Selain upaya pembangunan RKB, Pemprov Jawa Barat juga saat ini terus mendorong pengembangan SMA Terbuka yang bisa menampung 100.000 peserta didik per-tahunnya serta kerjasama dengan Pondok Pesantren.

“Tapi nanti yang SMA Terbuka hanya untuk orang yang berumur 18 tahun ke atas. Selain itu, kita memanfaatkan kerjasama dengan Pesantren, kita kasih ruang kelas baru (ke Pesantren) lalu mereka bisa buat SMA/SMK. Jadi SMA/SMK berbasis Pesantren, karena betapa pentingnya pendidikan berbasis agama sekarang ini,” kata Demiz.

Dalam kunjungan kerja ini, Deddy Mizwar sempat meninjau program Pendidikan yang dilakukan di SMKN PP Lembang. Di SMK ini para siswa diberikan pelajaran tidak hanya ilmu pengetahuan tentang Pertanian, seperti budidaya produk namun juga pemasaran atau wirausahanya.

“Mereka (SMKN PP Lembang) mengembangkan jiwa Kewirausahaannya dengan produk-produk Pertanian yang ada, kemudian setelah keluar, kalau kerjasama dengan Pemprov Jawa Barat dan UKM kita akan support juga dengan Kredit Cinta Rakyat, supaya di masyarakat mereka bisa jadi pengusaha,” pungkasnya.

(merdeka | red)

 

Komentar