oleh

Warga Sayangkan Demi Pembangunan Trotoar Pohon Berumur Puluhan Tahun di Tebang

Min.co.id, Majalengka – Pohon Bungur yang berada di ruas jalan Abdul Halim Majalengka, tepatnya di Belakang Kantor BRI Cabang Majalengka, samping Toko Alit, ditebang dengan alasan untuk penataan kawasan jalan tersebut, Jumat (20/11/2020).

Pohon bungur tersebut menjulang tinggi, dengan medelin skeitar 40 cm daunnya rimbun. Pohonnya masih sangat kuat, tidak nampak sedikitpun ada tanda-tanda keropos.

Warga di sekitar lokasi tidak ada yang mengetahui kapan pohon tersebut di tanam, semua mengatakan, seingatnya pohon sudah ada sejak mereka kecil, dan biasa berbunga subur berwarna ungu terutama disaat musim penghujan seperti sekarang ini.

“Tangkal eta mah uing keur leutik ge geus aya, teu kudu di tuar da teu ngarisikeun lin (pohon itu sudah ada sejak saya kecil, ga usah di tebang karena tidak menghalangi juga: red),” ungkap Naro pecinta Majalengka Baheula.

Hal yang sama disampaikan Yaya (50) penjual es, dia tidak mengingat kapan pohon tersebut ditanam, karena seingatnya pohon sudah besar sejak dia masih kecil ketika ibunya berjualan di pasar Mambo yang jaraknya hanya beberapa meter dari sana.

Iwan Abe Sapawie mengatakan, pohon tersebut sudah mulai sulit ditemukan, kalau ada hanya di beberapa tempat saja. Pohon masih kokoh dan berfungsi sebagai penyerap CO2 apalagi keberadaanya di tengah kota yang padat penduduk, suhu udara yang panas dan arus lalulintas kendaraan yang cukup tinggi dengan hitungan detik.

Di Jatiwangi malah menurut Aan Ansori, karena pohon bungur dianggap indah namun kini sudah mulai sulit ditemukan, ada sejumlah warga yang berupaya menanam di pinggir jalan. Dan warga membuat nama blok dengan sebutan Blok Bungur.

Aktifis lingkungan Chik Himawan Priemathez menyayangkan penebangan pohon tersebut yang selama ini memberi oksigen gratis. Menurutnya orang harus berusaha bersahabat dengan pohon, jangan menjadikannya sebuah ancaman.

“Kapan semua orang bisa bersahabat dengan pohon-poho tua, dengan rencana pembangunan gedung yang memberi space pada pohon sehingga bisa saling menghidupi,” katanya.

Adanya penebangan pohon itu pun ramai di perbincangkan di media sosial Facebook, hampir sebagian besar berkomentar menyesalkan adanya penebangan tersebut.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka ketika dimintai konfirmasi mengatakan, menjelang musim penghujan pihaknya telah melakukan inspeksi ke sejumlah ruas jalan memantau pepohonan yang dianggap sudah lapuk.

“Untuk Jl. Ahmad Yani tidak dalam rangka di inspeksi, artinya belum ditemukan yang rapuh, tapi nanti di cek apakah penebangan itu arahan kita atau inisiatif pihak ke tiga. Akan di cek,” ungkapnya. (topik/tati)

Komentar

News Feed