oleh

Pemkab Garut Akan Perhatikan Keahlian Mah Enong

Min.Co.Id-Garut-Salah seorang pengrajin Batik Tulis Garutan yang berada di Jalan Mawar Kampung Pangampaan RT RT 02, RW 05, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, kini rumahnya akan tergusur akibat reaktivasi rel KA Garut – Cibatu.

Kurnaesih (70) atau sapaan akrab Mah Enong, adalah salah satu dari pengrajin batik garutan yang masih mengeluti pekerjaan membatik ini.

Menurut Mah Enong, Proses pembuatan batik tulis memang cukup lama minimal dua bulan untuk satu bahan batik tergantung bahan dan corak batik yang dibuat, dengan lima kali proses pengerjaan yakni Nerasan, Nerusan, Biron, Nyolet, Celep dan selanjutnya bahan batik jadi.

Mah Enong mengaku, dirinya juga pernah mengajar cara menulis batik di beberapa tempat di Garut bahkan sampai ke Kota Bandung, dengan harapan ada penerus kedepannya yang melestarikan Batik Garutan. Selain itu Ia juga pernah ikut pameran Batik Tulis Garut ke beberapa kota di Indonesia bahkan mancanegara.

“Namun sekarang bukan pengrajinya aja yang kurang, rumah pengrajinya juga mau digusur akibat reaktivasi rel KA Garut – Cibatu,” kata Mah Enong, Selasa (18/06/2019).

Mah Enong berharap ada perhatian pemerintah daerah kabupaten Garut yang peduli dengan kondisinya saat ini, keinginannya hanya satu memiliki tempat tinggal yang layak sekaligus bisa mengajarkan membatik lagi.

”Manawi atuh Bupati Garut tiasa ngabantos emak kanggo ngagaduhan bumi kanggo tempat mondok Emak sareng incu (semoga Bupati Garut bisa membantu Emak untuk memiliki tempat tinggal Emak dan cucunya,” harap Enong,

Sementara itu, ditemui terpisah Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan, Ma Enong bisa tinggal di Rusun milik Pemkab Garut untuk sementara, setelah itu kita carikan solusi yang terbaik untuk nya.

Untuk itu sambung Rudy, Pemkab Garut berencana hari ini (19/06/2019) akan mencoba mengecek kondisi keberadaan Emak Enong, tentunya Pemkab Garut akan memperhatikan keahliannya.

”Mudah–mudahan Emak Enong bisa terus membatik dan mentransfer ilmu nya untuk generasi muda Garut,” pungkasnya.(Humas Diskominfo Garut)

Komentar

News Feed