oleh

Komisi A Minta Pelaku Kekerasan PRT Asal Jember Dihukum Berat

-News-111 views

Min.co.id-Jatim-Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada aparat kepolisian untuk memberikan hukuman yang seberat – beratnya terhadap pelaku kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (PRT), asal Jember Eka Febrianti yang mengalami kekerasan oleh Majikannya di Gianyar Bali.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Mohammad Fawait dikonfirmasi di DPRD Jatim, Jumat (17/5) mengatakan pihaknya turut prihatin dengan peristiwa kekerasan tersebut. Oleh karena itu ia berharap agar pihak kepolisian setempat untuk memproses hukum majikannya. ”Terapkan pasal yang berlapis dan seberat- beratnya, karena apa yang dilakukan majikan tersebut terhadap korban tak manusiawi,”tegas Fawaid politisi asal Fraksi Gerindra Jatim ini.

Menurutnya, selama ini posisi PRT dalam perlindungan hukum sangat lemah dimana hak seorang PRT belum ada aturan hukum yang mengaturnya. “Oleh sebab itu, kami berharap ada aturan hukum khusus bagi PRT sehingga majikan tak bisa semena-mena,”katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah provinsi Jatim melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk membantu advokasi terhadap korban dengan memberikan pendampingan hukum terhadap korban. “Masalah ini harus segera direspon cepat oleh pemerintah provinsi, agar Kondisi kekerasan korban PRT ini dapat tenang,”pintanya Fawaid politisi muda yang mendapat suara terbanyak pada Pileg 2019 di Jember dan Lumajang.

Sekedar diketahui, Eka Febrianti, warga Jember yang bekerja di Gianyar Bali sebaai PRT mendapat penganiayaan dari majikannya bernama Desak Made Wiratningsih. Majikan dan beberapa orang suruhannya dengan tega menyiram air panas ke tubuh Eka, hingga mengalami luka-luka bakar melepuh. Sebanyak 2 panci air panas dihabiskan untuk menyiram Eka.

Majikannya nekat menyiksa, karena Eka diminta untuk mencari gunting seharga Rp 88 ribu yang hilang tak bisa menemukan.Kini, majikan Eka sudah diamankan oleh pihak Polda Bali untuk menjalani proses hukum yang berlaku. (pca)

Komentar

News Feed