oleh

Diterjang Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan Tenggelam di Perairan Indramayu

Min.co.id-Indramayu – Perahu nelayan asal Kabupaten Indramayu tenggelam di perairan Indramayu pada Jumat (19/02/2021) sekitar pukul 06.40 WIB.

Selain itu, tiga nelayan tradisional asal Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat nyaris tenggelam.

Peristiwa ini terjadi saat perahu nelayan yang ditumpangi tiga nelayan ini bocor akibat diterjang gelombang besar pada Jumat (19/02/2021) sekitar pukul 06.40 WIB.

Akibatnya, perahu nelayan tersebut terseret arus gelombang tinggi. Tiga penumpang kapal berusaha menyelamatkan diri. Mereka berusaha untuk bertahan dengan menggunakan pelampung seadanya. Tiga nelayan tersebut, terombang-ambing di laut selama beberapa jam.

Beruntung, kapal Pertamina TB Balongan II melintas di lokasi tersebut.

Ketiga nelayan terlihat oleh awak kapal Pertamina TB Balongan II yang tengah berada di sekitar SPM 150.000 DWT yang merupakan fasilitas transfer minyak Pertamina RU VI Balongan.

Kapten Kapal TB Balongan II, Moektar mengatakan, saat itu awak kapal TB Balongan II melihat tiga orang nelayan berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan para nelayan, TB Balongan II yang saat itu sedang stand by menjaga pengawasan di sekitar SPM 150.000 DWT bergerak mendekati perahu nelayan.

“Kru kapal TB Balongan II dari Marine RU VI Balongan juga bergegas memberikan pertolongan serta melakukan evakuasi terhadap ketiga nelayan,” kata dia.

Setelah kapal TB Balongan II mendekati perahu, kru kapal kemudian mengikatkan tali ke perahu, kemudian langsung mengevakuasi tiga orang nelayan ke dalam kapal TB Balongan II.

“Alhamdulillah semuanya dalam kondisi selamat, meski satu nelayan yakni Dasim mengalami keluhan sakit mual,” terang Moektar.

Setelah berhasil mengevakuasi tiga orang nelayan tersebut diketahui ketiganya bernama Sujana, Darim, Lasmita.

Meski ketiga penumpangnya selamat, namun perahu nelayan yang bocor, tidak dapat diselamatkan. Bangkai perahu nelayan terseret dan terbawa arus gelombang tinggi di laut.

“Nelayan yang kita selamatkan harus menunggu beberapa jam untuk dibawa ke darat. Cuaca buruk dan ombak tinggi jadi kendala,” kata dia.

Moektar menyampaikan di area SPM merupakan area khusus kegiatan operasi Pertamina RU VI Balongan.

Karena area tersebut merupakan lokasi transfer baik loading maupun unloading minyak. “Pertamina yang merupakan area high risk dan rawan kebakaran, selayaknya para nelayan tidak mencari ikan atau mendekati lokasi tersebut yang merupakan area penting bagi perusahaan obyek vital nasional PT Pertamina RU VI Balongan,” kata dia.##

Komentar

News Feed