oleh

Kinerja Managemen Rumkit Pantura MA Sentot Dipertanyakan ?

-News-149 views

Min.co.id-Indramayu-Pelayanan Rumah Sakit Daerah, harusnya menjadi barometer pelayanan kesehatan yang baik kalau dibandingkan dengan pelayanan kesehatan dari rumah sakit swasta, salah satunya pelayanaan dari RSUD Pantura MA Sentot Patrol – Indramayu.

Hal ini dapat kita lihat beberapa hari yang lalu saat keluarga pasien mengantri hingga panjang dibagian pendaftaran saat berobat. Dan ini menjadi tanda tanya akan kinerja managemen Rumah Sakit milik Pemerintah daerah Indramayu. Yang kurang profesional dan dianggap tidak bisa mengelolah management Rumah Sakit dengan baik. Rumah Sakit Umum Daerah Pantura MA Sentot Patrol tidak layak untuk dijadikan rumah sakit rujukan yang representatif di jalur Pantura.

Direktur PKSPD (Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah dan pemerhati masalah sosial O’ushj dialambaqa kepada Min.co.id mengatakan bahwa sebagai control sosial ikut geram dengan buruknya pelayanan publik tersebut” jika persolannya RSUD Pantura MA Sentot soal antrian pengambilan nomor pasien berobat, berarti manajemen buruk dong, ada kemungkinan buruk juga dengan pelayanan terhadap pasien.

Untuk manajemen antrian solusinya sederhana dengan menggunakan sistem tekan tombol secara mekanis seperti yang dipakai diperbankan, yaitu :

1. Ada pengklasifikasian pada tombol seperti jika pasien dikategorikan dalam 3 jenis pelayanan yakni : a. Tombol pasien umum non BPJS. b. Tombol pasien BPJS Berbayar dan c. Tombol pasien BPJS Muskin (Gratis tanggungan negara).

2. Ada batas maksimal pelayanan pasien perhari, jadi kertas antrian yang keluar dari tombol juga harus dibatasi, seperti :

A. Untuk pasien BPJS Miskin hanya tersedia kartu antrian sebanyak 10 pasien perhari, karena ada info yang dibatasi jumlah pelayanan pasienya.

B. Untuk BPJS Berbayar antrian hanya tersedia untuk pelayanan 100 pasien perhari

C. Untuk pasien non BPJS tersedia antrian untuk 100 pasien. Pasien yang darurat tentu tidak melalui pintu atau tombol antrian karena langsung ke IGD.

3. Pihak manajemen juga harus menginformasikan kepada calon pasien dengan memandang pemberitahuan bahwa untuk pasien BPJS terbatas pada jenis untuk penyakit apa saja. Begitu juga untuk BPJS Berbayar kelas 1, 2 dan 3. Termasuk pemberitahuan bahwa tidak semua obat bisa menggunakan BPJS,” Ungkap O’ushj dialambaqa. (Red)

Komentar

News Feed