oleh

Kasus Positif Corona di Jateng Bertambah 2 Orang

Min.co.id-Semarang-Jumlah pasien positif terjangkit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah 2 orang. Minggu (15/3/2020), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam konferensi pers yang digelar di rumah dinasnya, mengkonfirmasi penambahan ini sebagai kasus ketiga dan keempat di daerahnya.

“Kami terus melakukan pemantauan kondisi di Jateng. Hari ini ada laporan ditemukan kembali kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jateng. Ada dua kasus, satu terjadi di Semarang dan satu di Magelang,” kata Ganjar.

Kedua pasien baru positif Covid-19 itu kini dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang dan RSUD Tidar Magelang. Adapun dua pasien sebelumnya, seorang dirawat di RSUD dr Moewardi dan seorang lainnya meninggal dunia.

Kedua pasien baru, lanjut Ganjar, merupakan WNI. Satu pasien di RS Kariadi berjenis kelamin perempuan berusia 63 tahun dan di Magelang berusia 36 tahun.

“Kedua pasien tersebut sudah ditangani sesuai prosedur. Kondisinya saat ini masih normal dan terus membaik. Kami sudah perintahkan rumah sakit dan dinkes melakukan tracking atau pelacakan kontak terhadap dua pasien ini,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, pasien di RSUP Dr Kariadi diketahui baru pulang dari Bali, adapun pasien di Magelang memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia.

Ganjar meminta masyarakat membantu pemerintah dengan memberikan informasi terkait suspect corona di lingkungan tempat tinggalnya.

Juga apabila merasakan gejala seperti batuk, flu, demam, hingga sesak nafas, dianjurkan untuk menghubungi hotline Covid-19.

“Kami siapkan hotline kepada masyarakat yang ingin menyampaikan informasi. Silahkan hubungi nomor telpon 0243580713 atau 082313600560. Jika merasakan sakit, bisa hubungi nomor itu nanti akan kami jemput,” tambahnya.

Ganjar menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ini. Masyarakat dihimbau selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat serta tidak keluar rumah terlebih dahulu apabila tidak ada urusan penting.

“Kalau tidak perlu, jangan keluar rumah. Hindari kerumunan-kerumunan. Ini kami sampaikan pada masyarakat secara luas sebagai tindakan pencegahan,” pungkasnya. (humasjateng)

Komentar

News Feed