oleh

Di Balik Proses “Aib dan Nasib” Buku Prosa Pilihan Tempo 2020

Min.co.id-Indramayu- Setelah menjuarai Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2019, awal tahun ini Novel Aib dan Nasib kembali mendapat penghargaan sebagai Buku Prosa Pilihan Tempo 2020.

Aib dan Nasib bercerita tentang kehidupan warga Desa Tegalurung dengan berbagai konflik dari tokoh-tokoh yang dipertemukan dalam berbagai permasalahan. Seperti kemiskinan, asmara, maupun politik elektoral di perdesaan.

“Ide awal Aib dan Nasib ini muncul tiba-tiba saat sedang menulis novel percintaan. Tahun 2018 lalu, saya ingin menulis novel yang santai sebagai latihan menulis. Novel percintaan, terus di tengah-tengah proses menulis kepikiran ide baru. Akhirnya, ditulislah naskah Aib dan Nasib ini,” ujar Minanto, penulis Novel Aib dan Nasib, Jum’at (15/1/2021).

Terdiri dari empat tokoh utama, Boled Boleng, Mang Sota, Marlina, dan Gulabia, novel ini disusun dengan alur maju mundur dalam fragmen-fragmen yang episodik, sehingga menghadirkan pengalaman berbeda bagi pembaca.

“Yang diangkat dalam novel Aib dan Nasib ini menurut saya tentang kesosialan dan keagaman. Bagi pembaca yang daya ingatnya berkurang, akan membolak-balik halaman yang sudah dibaca. Karena alurnya dipenggal-penggal,” ujar Doel, pembaca Novel Aib dan Nasib.

Minanto juga mengatakan, saat ia menulis naskah, setiap fragmen diberi warna yang berbeda. Hal ini ia lakukan untuk memudahkan alur ceritanya.

Di samping itu, sebelum dilombakan pada Sayembara Novel DKJ, Minanto tidak menggunakan kata Indramayu pada naskahnya. Kata Indramayu baru dimasukkan dalam naskah pada saat editing penguman naskah yang lolos nominasi tersebut. Itupun hanya ada satu kata dimasukkan.

Kekhawatiran Minanto setelah bukunya diterbitkan, yaitu ada kesalahan fakta dan bahasa yang ia tuliskan. Meskipun begitu, Aib dan Nasib mendapatkan respons baik terlihat dari antusiasme pembaca yang langsung menyerbu sejak pertama kali dibuka pre-order. (iim)

Komentar

News Feed