oleh

Ini Penyebab Choirul Huda Meninggal

 

Min.co.id, Lamongan– Kabar dukacita datang dari dunia sepak bola ketika kiper legendaris Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal dunia. Seperti dijelaskan Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri Lamongan, Dokter Yudistiro Andri Nugroho menyebut Huda meninggal karena mengalami trauma benturan.

Choirul Huda dipastikan meninggal dunia usai menghadapi Semen Padang, Minggu 15 Oktober. Huda tampil dalam laga yang berhasil dimenangi Persela dengan skor 2-0 itu.

Pada menit ke-44, ia mengalami benturan keras di dada dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues ketika keduanya ingin mengadang pergerakan striker Semen Padang Marcel Sacramento.

Huda dinyatakan meninggal di RSUD dr Soegiri Lamongan dan Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat rumah sakit tersebut, Dokter Yudistiro Andri Nugroho menjelaskan terkait penyebab meninggalnya Choirul Huda.

“Choirul Huda mengalami trauma benturan dengan sesama pemain, sehingga terjadi apa yang kita sebut henti nafas dan henti jantung. Oleh teman-teman medis di Stadion sudah dilakukan penanganan pembebasan jalan nafas dengan bantuan nafas. Kemudian dirujuk ke UGD RSUD dr Soegiri. Di ambulance juga ditangani secara medis untuk bantuan nafas maupun untuk penanganan henti jantung. Sesampainya di UGD segera ditangani,” ujar dr Yudistiro

“Kita lakukan pemasangan alat bantu napas yang sifatnya permanen. Kita lakukan inkubasi dengan memasang alat semacam pipa nafas. Itu yang menjamin oksigen bisa 100 persen masuk ke paru-paru. Dengan itu kita harapkan kita melakukan pompa otak sama jantung. Sempat ada respon dari Choirul Huda dengan adanya gambaran kulit memerah, tetapi kondisnya tetap semakin menurun. Pompa jantung dan otak itu dilakukan selama 1 jam tidak ada respon. Tidak ada reflek tanda-tanda kehidupan normal. Kemudian kita menyatakan meninggal pada pukul 16.45. Kita sudah mati-matian untuk mengembalikan fungsi vital tubuh Choirul Huda,” jelas Yudistiro.

“Sesuai analisa awal benturan ada di dada dan rahang bawah. Ada kemungkinan trauma dada, trauma kepala, dan trauma leher. Di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung, dan napas. Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti nafas. Itu analisa awal kami, karena tim kami tidsk sempat melakukan scaning karena Mas Huda tidak layak transport dengan kondisi kritis seperti itu. Kita tidak bisa mengkondisikan untuk dibawa ke Radiologi. Kita lebih menangani kondisi awal,” pungkasnya.

sumber:metrotvnews

Komentar

News Feed