oleh

Tjahjo Kumolo, Mengajak Ratusan Mahasiswa Untuk Sukseskan Pemilu 2019

-Lain-Lain-130 views

Min.co.id-Surabaya-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo, mengajak ratusan mahasiswa di Universitas Surabaya (Ubaya) untuk ikut menyukseskan Pemilu 2019 dengan menjadi warga negara yang bertanggung jawab menggunakan hak pilihnya.

Ajakan ini dilakukan saat acara talkshow di Ubaya, Jumat (12/4). Mendagri Tjahjo Kumolo, juga mengajak masyarakat untuk mengkonsolidasikan demokrasi secara maksimal pada pemilu tahun ini.

Dikatakannya, pemerintah ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar bisa mengorganisir lingkungannya agar konsolidasi demokrasi bisa dilaksanakan secara maksimal. Yakni dengan menggunakan hak pilihnya secara bebas dan rahasia, serta tetap menjaga persatuan.

“Datanglah ke TPS sebagai bagian dari sebuah tanggung jawab sebagai warga negara. Itu prinsip sebuah pemilu, dimana kedaulatan ada di tangan rakyat,” jelasnya.

Tahjo Kumolo juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai virus demokrasi yang menjadi penyebab pecahnya persatuan bangsa. Menurutnya, virus demokrasi seperti hoax, fitnah, politik uang, adalah virus-virus demokrasi yang harus dihindari

“Virus demokrasi, pertama; hoax, kedua; kampanye yang berujar fitnah, kebencian dan sara, ini racun dan virus demokrasi yang harus dihindari, ketiga; tolak politik uang, dan keempat, tolak virus-virus demokrasi,” ucapnya.

Acara talk show yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas tersebut berlangsung meriah dan interaktif. Pada sesi tanya-jawab, Raimon seorang mahasiswa Fakultas Kedokter Universitas Surabaya, mengungkapkan keresahannya tetang orang-orang yang menurutnya anti-politik dan tidak menggunakan hak pilihnya untuk berkontribusi pada negara.

“Bagaimana cara mengubah cara berpikir orang yang anti politik supaya orang itu mau nyoblos dan berkontribusi bagi negara?,” tanya Raimon kepada para narasumber.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Coki Pardede seorang Youtuber, yang juga sebagai narasumber pada acara tersebut. Dikatakan Coki, dari banyaknya orang yang anti-politik merupakan ulah dari segelintir oknum tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum tersebut membuat citra politik (demokrasi) menjadi buruk.

“Banyak orang acuh tak acuh sama politik, karena melihat seolah-olah politik itu kejam, tapi saya yakin itu hanya oknum,” kata Coki.(rob/s)

Komentar

News Feed