oleh

Penanda Tapak Soekarno Butuh Perhatian

Min.co.id-Indramayu– Di Jatibarang, tepatnya di bundaran seberang Stasiun Jatibarang terdapat patok kayu yang dijadikan penanda bahwa Bapak Proklamator pernah menginjakkan kakinya di Indramayu. Lokasi tersebut menjadi saksi Soekarno pernah singgah di Indramayu dan mengumpulkan masyarakat Jatibarang, sebelum menghadiri acara di Cirebon.

Literasi yang menjelaskan kapan dan kegiatan apa yang dilakukan Soekarno di sana masih sedikit. Yang jelas saat ia sudah menjabat sebagai presiden, tahun 1945-1967.

“Data tentang kapan pastinya Soekarno ke situ enggak jelas. Paling informasi didapat dari veteran-veteran yang ada di Jatibarang. Yang pasti Soekarno ke Jatibarang saat ia sudah menjadi presiden,” ungkap Dedy Musashi, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Indramayu, Rabu (13/1/2021).

Sementara itu, patok kayu tersebut hingga saat ini belum teregistrasi sebagai benda cagar budaya baik secara kabupaten atau nasional. Hal tersebut karena masih dibutuhkan kajian-kajian lebih lanjut.

Kondisi patok kini terbengkalai. Tertutup oleh pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar bundaran jam Jatibarang.

Dedy berharap baik pemerintah daerah maupun pihak CSR perusahaan yang terletak dekat lokasi patok kayu bisa lebih memperhatikan kondisi patok tersebut agar tidak semakin terbengkalai. Bahkan ia menyarankan untuk membuat monumen atau apapun sebagai penanda kalau Soekarno pernah menapakkan kaki di Indramayu.

“Kalau patok tersebut dibiarkan, akan semakin rusak. Bahkan bisa jadi membuat sejarah bahwa Soekarno pernah ke Indramayu akan hilang,” ujar Dedy.

Senada dengan Dedy, Fuad selaku masyarakat sekitar Jatibarang juga berharap ada perhatian khusus untuk patok tersebut. Agar lebih dirawat, minimal dikasih pagar sebagai penanda bahwa patok tersebut bersejarah dan jangan sampai dilupakan. (iim)

Komentar

News Feed