oleh

Estetika Politik di Majalengka

-News, Politik-1.047 views

Min.co.id-Majalengka – “Keindahan, kebenaran, dan kesejahteraan sesungguhnya merupakan tritunggal manifestasi politik sejati”

Menjelang Pilkada Majalengka 2018 sepertinya ngomong Politik semakin menjadi trand bagi warga Majalengka terutama pada media sosial. Hampir setiap postingan menjurus ke persoalan Pilkada.

Namun sayangnya sedikit sekali yang berbicara tentang substansi harapan Majalengka dalam upaya membenahi Majalengka ke depannya.

Hampir beberapa orang membaca peta politik di Majalengka, mereka bisa menegaskan betapa estetika, kebenaran, dan kesejahteraan masih jauh dari harapan.

Politik yang semestinya merupakan seni pengabdian untuk mengusahakan kesejahteraan umum dicabik-cabik menjadi serpihan kebusukan oleh nafsu serakah, haus kekuasaan, dan sikap yang tidak adil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab! Akibatnya, citra politik sebagai estetika pengabdian untuk mensejahterakan seluruh Masyarakat tetap tinggal sebagai utopia.

Dalam utopia tersebut, mestinya kita menggagas makna estetika politik Majalengka yang tidak menjadikan rakyat sebagai tumbal politik lebih-lebih menjadikan mesin Birokrasi yang sejatinya menjadikan pelayan bagi masyarakat beralih fungsi menjadi pelayan segelintir orang saja.

Harapan-harapan ini secara de facto menjadi beban moral seluruh warga Majalengka yang peduli kemajuan Majalengka.

Namun tetap saja pada akhirnya Masyarakat mengharapkan realisasi tersebut kepada para calon Pemimpin Majalengka yang sejatinya akan memegang kebijakan dan memiliki wewenang terhadap segala perbaikan di majalengka kedepannya.

Meminjam bahasa etis Lawrence Kohlberg (1927-1987) yang di rangkai oleh M Ikhsan.  Para politikus tanpa ciri estetik memenuhi panggung politik kita dengan lima karakter dasar.

Pertama, mentalitas meterialisme praktis. Dalam sikap verbal-ritual mereka seakan-akan religius dan beriman kuat, namun hidup keseharian mereka seolah-olah tidak mengakui adanya Tuhan. Ungkapan vertikal-iman tidak disertai praktik horizontal-kasih pada sesama. Hanya yang menguntungkan dirinya sendiri saja yang dijalankannya, selebihnya mereka etis praktis!

Komentar

News Feed