oleh

Dua Tempat Hiburan Malam Disegel

-News-370 views

Min.co.id-Pringsewu,- Beroperasinya beberapa tempat hiburan malam yang sering menggunakan label ” Karaoke Family ” dikota pringsewu  diduga banyak melanggar aturan yang telah ditentukan pemerintah daerah, namun yang mengherankan tempat hiburan tersebut masih eksis beroperasi.

Yang lebih mengejutkan ternyata beberapa tempat hiburan tersebut masa berlaku ijin usahanya telah habis, dan rata-rata pihak pengelola tidak memperpanjang ijinnya tersebut, bahkan diketahui ada ijin yg sudah habis sejak 2016.

Hal tersebut terkuak saat Komisi I dan Komisi IV DPRD Pringsewu menggelar hearing dengan Dinas Perijinan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata serta Satpol PP Pringsewu, Rabu (11/4/18). Hearing dipimpin Ketua Komisi I DPRD Pringsewu Anton Subagiyo dihadiri Ketua Komisi IV Riski Raya Saputra serta  anggota Komisi I dan Komisi IV.

Saat hearing, pihak Dinas Perijinan Pringsewu menyebutkan ada 5 tempat hiburan Karaoke di Pringsewu yang sudah memiliki ijin namun rata-rata masa berlakunya sudah habis.
“Baru dua Karaoke yang mau mengurus proses perpanjangan ijin,” terang Kabid Pengawasan pada Dinas Perijinan Awaludin.

Pernyataan tersebut berbeda dengan data di Dispopar. Kepala Bidang Pariwisata Suchairi Sibarani mengatakan, menurut sepengetahuan dia, baru satu Karaoke yakni Green Family yang mengurus perpanjangan ijin.

Hearing berlangsung hampir selama 2 jam. Beberapa pendapat dan usulan tercetus baik dari anggota DPRD maupun dari OPD. Anggota Komisi IV Zunianto mengatakan sebenarnya sudah ada regulasi yang dibuat untuk ditaati bersama. “Kita tidak melarang tempat hiburan beroperasi, tapi ada Perda ada Peraturan Menteri Pariwisata jika itu dilanggar maka Karaokenya wajib di evaluasi,” kata Zunianto.

Pada kesimpulan hearing diambil keputusan untuk segera melakukan Sidak ke sejumlah tempat karaoke yang dimaksud.
Rombongan mengawali Sidak di
King Karaoke yang berada di jalan KH Gholib. Di lokasi  ditemukan sejumlah pelanggaran hingga diputuskan Karaoke tersebut untuk dilakukan penyegelan sementara waktu.

Kepala Satuan Pol PP Pringsewu Edi Sumber Pamungkas mengatakan, alasan penutupan sementara King Karaoke karena saat Sidak ditemukan sejumlah pelanggaran. “Kondisi riil dilapangan ada bekas botol minuman keras ada sejumlah PL dan dokumen perijinan bermasalah,” ujar Edi.

Kabid Pengawasan Perijinan Awaludin menambahkan, Dokumen perijinan tidak bisa menunjukkan IMB yang asli, kemudian dokumen ijin usaha pariwisatanya sudah habis serta
peruntukannya juga untuk rumah makan dan habisnya tahun 2017.

Ketua Komisi I Anton Subagiyo menambahkan penutupan King Karaoke sifatnya sementara. Ditegaskannya DPRD tidak melarang orang untuk berusaha namun pengusaha di Kabupaten Pringsewu harus menaati aturan yang ada. “Harapan kami jika karaoke keluarga ya peruntukannya harus benar benar untuk keluarga jangan sampai ada hal hal negatif dan lain lainnya,” tegas Anton.

Selanjutnya rombongan kembali melakukan Sidak di Green Family Karaoke, disana ditemukan IMB yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Dinas Perijinan menghimbau pengelola Green Family untuk segera membenahi IMB. Kemudian Sidak dilanjutkan di Momo Karaoke yang berada di Pekon Rejosari. Saat rombongan tiba, kondisi Momo Karaoke dalam keadaan tertutup dengan kondisi pintu digembok dari luar.
Setelah berkordinasi antara Pol PP Dinas Perijian dan DPRD diputuskan untuk menyegel Momo Karaoke.  “Momo belum ada mengurus ijin ke Dinas Perijinan Pringsewu,” ujar
Alawudin.

Pantauan KupasTuntas saat sidak, Pol PP mengamankan sekitar 6 orang wanita yang di duga PL dari lokasi King Karaoke untuk dilakukan pendataan. Sementara dari Green Family didapati dua orang yang diduga oknum PNS sedang berada didalam salah satu ruangan.
( Agus/red* )

Komentar

News Feed