oleh

Wabup Hadiri Acara Haul dan Napak Tilas Bupati Pertama Majalengka

Min.co.id, Majalengka – Napak Tilas RT. Dendanagara yang lebih dikenal Kanjeng Kyai Soera Adiningrat yang merupakan Bupati pertama Majalengka dalam peralihan dari Kabupaten Maja ke Kabupaten Majalengka pada tahun 1840 M dimasa pemerintahan Belanda waktu itu.

Acara napak tilas ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya oleh Pemerintahan Desa Gunungwangi dan Grumala karena pada tanggal 11 Februari ini merupakan tanggal keramat untuk sahnya sebuah Kabupaten Majalengka yang sebelumnya merupakan Kabupaten Maja sebelum beralih atau pindah pada tahun 1840.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Majalengka H. Tarsono D. Mardiana, Kabid Kebudayaan Mumuh, Kasi Kebudayaan, Toni Yogo, Dinas Kominfo, Camat Argapura Dede Sunarya, Kepala Desa Gunungwangi Syaiful Uyun, Koramil dan Polsek Argapura, Grumala, Tokoh dan masyarakat setempat di Makam Depok Gunungwangi Desa Gunungwangi Argapura, Majalengka, Kamis (11/2/2021).

Sebelum memasuki area kegiatan semua yang masuk harus melewati protokol kesehatan yang sudah disiapkan diantarnya harus mencuci tangan, memakai masker dan cek suhu badan juga diperingatkan agar jaga jarak oleh petugas dan Ibu-ibu PKK.

Acara ini diisi dengan saresehan mendengarkan sejarah tentang keberadaan Makam Bupati Majalengka Pertama RT. Dendanagara yang dibacakan oleh Budayawan Majalengka Rahmat Iskandar (Abah Rais) yang didampingi oleh Nana Rohmana (Naro) Ketua GRUMALA yang langsung menyerahkan naskah atau catatan terkait sejarah keberadaan RT. Dendanagara.

Dalam sambutannya Kepala Desa Gunungwangi Syaiful Uyun mengucapkan terima kasih atas kedatangan Wakil Bupati Majalengka juga kepada Grumala yang sudah meyakinkan kepada nya bahwa disini adalah ada makam yang pernah berjasa untuk Majalengka setelah hasil kajian dan penelusuran Grumala ucap Kades.

Sementara Wakil Bupati Majalengka H. Tarsono D. Mardiana sangat mengapresiasi keberlangsungan acara ini karena setiap tahunnya selalu dikenang dan di acarakan setidaknya ini akan membuat catatan untuk para generasi kedepan ucapnya.

Bahkan dengan adanya makam Bupati Majalengka Pertama ini agar dijadikan tempat silaturahmi setiap tahunnya dan agar tidak menjadi perrentangan sengan sejarah sejarah yang sudah ada kata Wabup.

Bahkan Tarsono mengucapkan terima kasih karena ada tokoh yang dimakamkan disini selalu dijaga dan dirawat bahkan setelah nanti kedepannya dijadikan wisata religius agar bisa mengangkat kontribusi warga setempat untuk bisa memanfaatkannya biar jadi ekonomi kreatif dan menjadi penunjang kehidupan warga dan PAD Desa kedepannya.

Pemerintah akan berusaha membantu untuk penataan lingkungannya karena tahun ini lewat Dinas Parbud Majalengka akan ada bantuan dan digunakan membangun prasarana dan penataan lingkungan makam untuk mempercantik juga menjadikan tempat ini lebih nyaman pungkasnya. (topik)

Komentar

News Feed