oleh

Ini Mekanisme Tahapan Pemungutan Suara Pilwu Serentak di Kabupaten Indramayu

-News-514 views

Min.co.id-Pemilihan kuwu serentak yang diikuti 138 desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat akan berlangsung pada 13 Desember 2017. Salah satu tahapan pelaksaan pilwu yaitu tahap pemungutan suara. Hal itu telah diatur oleh Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2017, dan juga Peraturan Bupati No.25 Tahun 2017 (Perbup 25/2017) Tentang Penyelenggaraan Pemilihan Kuwu.

Pada pasal 26 Perda No 5/2017 ;
1.Pada saat pemungutan suara, pemilih memberikan suara dengan cara mencoblos salah satu gambar calon dalam surat suara.

2.Pemberian suara tidak boleh diwakilkan kepada siapapun dan dengan alasan apapun.

3.Dalam hal pemilih tidak dapat hadir ditempat pemungutan suara disebabkan sakit, panitia pilwu dengan didampingi saksi masing-masing calon dan petugas keamanan dapat mendatangi tempat tinggal pemilih, agar yang bersangkutan dapat menggunakan hak pilihnya.

4. Pemilih tunanetra serta penyandang cacat lainnya dalam memberikan hak pilihnya dapat didampingi anggota keluarga dan atau petugas yang ditunjuk oleh panitia pilwu.

Diketahui pada Pasal 13 Perbup 25/2017;
1.pemilih harus menunjukkan Kartu Tanda Pemilih kepada Panitia Pilwu untuk dicocokan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Tambahan yang telah disahkan dan selanjutnya di berikan surat suara.

2. Setelah menerima surat suara, pemilih memeriksa atau meneliti surat suara tersebut, apakah dalam keadaan rusak atau cacat, jika diketahui surat suara cacat atau rusak pemilih berhak meminta surat suara yang baru dengan menyerahkan surat suara yang rusak atau cacat kepada panitia pilwu.

3. Pemilih adalah orang yang tercatat dalam daftar pemilih tetap atau tambahan. Dan bagi yang tidak bisa menunjukkan atau membuktikan Kartu Tanda Pemilih yang dikeluarkan oleh panitia pilwu, maka tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.

4. Ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (3), dapat dikecualikan orang yang bersangkutan menunjukkan surat kehilangan dari Kepolisian Sektor setempat.

5. Pelaksanaan ketentuan sebagaiman yang dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dapat menjadi kebijakan dari panitia pulwu di desa bersangkutan.

Pasal 14 Perbup 25/2017;
1. Pencoblosan surat suara dilakukan didalam bilik suara dengan menggunakan alat yang telah disediakan panitia pilwu.

2. Setelah surat suara dicoblos, pemilih memasukan surat suara ke dalam kotak suara yang telah disediakaan dalam keadaan terlipat, selanjutnya pemilih mencelupkan jarinya ke dalam tinta sebagai tanda yang bersangkutan telah menggunakan hak pilihnya.

Pasal 15, Perbup 25/2017;
1. Pada saat pemungutan suara dilaksanakan, calon kuwu berada ditempat yang telah ditentukan sesuai dengan nomor urut calon kuwu.

2. Dalam hal calon kuwu sebagaimana ayat (1) tidak dapat hadir karena sakit atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggung-jawabkan, calon kuwu dapat menguasakan kepada orang lain untuk duduk pada tempat yang telah ditentukan.

3. Sebagaimana dimaksud pada ayat (2) maka pemungutan suara tetap dilaksanakan dan dinyatakan sah.

Pasal 16 Perbup 25/2017;
Panitia pilwu menentukan berakhirnya pemungutan suara dan dinyatakan sah dalam hal pemilih yang hadir telah menggunakan hak pilihnya dan adanya kesepakatan antara panitia pilwu dengan calon kuwu atau kuasanya.

Pasal 17 Perbup 25/2017;
1. Pemungutan suara dinyatakan berakhir dan sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 , Panitia pilwu menerbitkan berita acara berakhirnya pemungutan suara, disertai penandatanganan bersama antara panitia pilwu dengan calon kuwu atau kuasanya.

2. Setelah penandatanganan Berita Acara sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dilanjutkan dengan penghitungan suara.
(Fahmi)

Komentar

News Feed