oleh

Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan Subang Gelar Aksi Peduli Kemanusiaan Bela Muslim Rohingya

-Tak Berkategori-155 views

min.co.id/subang – Perlakuan militer terhadap etnis Muslim Rohingya di wilayah Rakhine Myanmar memicu gelombang protes dari seluruh komponen masyarakat dunia. Krisis kemanusiaan yang disinyalir oleh berbagai Media sebagai aksi pembersihan etnis Muslim dari Negara Myanmar ini memang menimbulkan keprihatinan dari gerakan Muslim di dunia, khususnya di Indonesia.

Aksi kepedulian terhadap etnis Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar juga terjadi di beberapa wilayah di Indonesia beberapa pekan ini. Jumat (8/9) masyarakat Kabupaten Subang yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan Subang, menggelar Aksi Peduli Kemanusiaan Bela Muslim Rohingya. Dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB., acara dilaksanakan di Wisma Karya Subang.

Aksi ini dihadiri oleh beberapa elemen dan organisasi massa seperti Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan, AMSA, KNRP Subang, ODOJ Subang, Ponpes Al-Ukhuwah, Gema Keadilan, KOMBI Subang, GNSS Subang, Sahabat Berbagi, PP Marifatussalam, KAMMI, PPALC, Muhammadiyah, PERSIS, FPI, dan lainnya.

Ahmad Dhani, Koordinator aksi ini mengatakan tujuan dari aksi ini adalah mengajak masyarakat untuk membuka mata terhadap kejahatan yang terjadi atas saudara Muslim di Myanmar.

“Kami mengajak masyarakat Subang untuk peduli terhadap penderitaan etnis Rohingya yang saat ini dibantai oleh militer Myanmar,” tegas Ahmad Dhani.

Selain itu, Ahmad Dhani juga berharap agar pemimpin Myanmar saat ini, Aung San Suu Kyi, yang pernah meraih penghargaan nobel perdamaian agar dibawa ke pengadilan Internasional.

“Kami juga berharap agar penghargaan nobel perdamaian kepada Aung San Suu Kyi dicabut dan agar dia dibawa ke pengadilan HAM Internasional karena membiarkan penindasan terjadi di Negerinya,” tandasnya.

Ia berhadap agar dalam aksi ini pemerintah daerah bisa menyampaikan pesan-pesan mereka kepada pemerintah pusat untuk bisa ditindak lanjuti nantinya.

Setelah ratusan peserta berkumpul di Wisma Karya, acara dilanjutkan dengan Longmarch dan juga orasi-orasi dari perwakilan setiap organisasi masa. Mereka semua mengecam perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat etnis Rohingya dan menyerukan agar Kedubes Myanmar diusir dari Indonesia.

Aksi ini mendapat penjagaan dari pihak Kepolisian Subang yang sejak awal acara berjaga-jaga dan menjadi border bagi para peserta aksi.

Meskipun jalan raya kota Subang ramai oleh peserta aksi, namun lalu lintas tetap tertib dan teratur. Para peserta juga ada yang membawa plastik sampah agar aksi bisa berjalan tertib dan tidak meninggalkan timbunan sampah. Para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, tokoh agama, dan masyarakat bersama meneriakkan yel-yel dan takbir serta berdoa untuk keselamatan etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Selain itu para peserta aksi juga mengadakan penggalangan dana selama perjalanan longmarch.

Berikutnya acara ditutup dengan pembacaan doa di Wisma Karya Subang. Suasana hening mulai terasa dikala pembaca doa membacakan doa agar saudara-saudara Muslim di Myanmar dapat segera mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Setelahnya para peserta membubarkan diri pada pukul 15.00 WIB. (rama)

Komentar