oleh

Dibakar Majikan, TKW Asal Indramayu Kecewa Dengan BNP2TKI

-News-493 views

Min.co.id,Indramayu-Penyiksaan dan perlakuan kejam majikan terhadap TKW kembali terjadi. Kali ini menimpa Nuryati (33), warga Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Nuryati mengalami penyiksaan hingga dibakar oleh majikan di Arab Saudi.

” Walaupun saya tidak salah, majikan sering menampar dan memukul hingga saya babak belur, dan itu sering kali, ” kata Nuryati di Kantor SBMI Cabang Kabupaten Indramayu, (6/12).

Menurut Nuryati, ia kerap kali mendapatkan penyiksaan dari majikan, bahkan tak jarang kepalanya dibenturkan dengan tembok hingga bercucuran darah. Selain itu, kata Nuryati, ia kerap kali disekap dan tidak diberi makan.

Pada 2013 silam, kejadian peristiwa yang memilukan menimpa Nuryati. Saat tertidur dikamar, ia dikejutkan secara tiba-tiba, majikan perempuan datang dengan menyiramkan cairan lalu dengan membakar tubuh Nuryati.

” Waktu itu saya lagi tidur tiba-tiba tangan dan badan saya panas seperti dibakar. Lalu saya lari ke kamar mandi dengan berendam di bak mandi, aduh sangat perih sekali, ” tuturnya.

Akibat perbuatan majikan tersebut, ia mengalami luka bakar serius hingga menyebabkan cacat permanen di sekujur badan. Kini, Nuryati berada di Indonesia setelah majikan memulangkannya.

Dengan diantar saudara, Nuryati beberapa bulan lalu mendatangi Kantor SBMI Cabang Indramayu, di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu mengadukan permasalahan dirinya.

” Kami SBMI Indramayu bersama korban (Nuryati) pada 11 Oktober lalu, telah mengadukan PT. Arafah Duta Jasa ke Crisis Center P4TKI di Cirebon, ” kata Juwarih Setia, Ketua SBMI Indramayu, Rabu (6/12).

Menurut Juwarih perusahan (PT. Arafah Duta Jasa) tersebut, harus bertanggung-jawab atas korban (Nuryati) yang mengalami penyiksaan selama bekerja diluar negeri.

” Sebagaimana pasal 82 UU No.39 tahun 2014 tentang PPTKILN, perusahaan tersebut harus bertanggung jawab terhadap korban yang mengalami penyiksaan tersebut, ” jelasnya.

” Saya sangat kecewa dengan pemerintah yang tidak perduli dengan penderitaan saya, ” sahut Nuryati.

Diketahui Nuryati telah mendapatkan surat dari BNP2TKI terkait perkembangan hasil pengaduan kasus yang diadukan ke Crisis Center BNP2TKI. Isi dalam surat diketahui PT. Arafah Duta Jasa merasa tidak bertanggung-jawab terhadap TKW atas nama Nuryati binti Arifin, alasan perusahaan menganggap Nuryati tidak terdaftar di perusahaan tersebut. Lanjut isi surat, perusahaan hanya bertanggung-jawab terhadap Nuryati selama dua (2) tahun, selebihnya bukan tanggung-jawab perusahaan.

” Atas dasar apa PT. Arafah Duta Jasa mengatakan demikian? , ” tanya Juwarih.

Semestinya BNP2TKI, kata Juwarih, mempertemukan kedua belah pihak antara korban (Nuryati) dengan PT. Arafah Duta Jasa . Padahal, lanjut Juwarih, PT tersebut telah tiga (3) kali dipanggil P4TKI Cirebon, namun tidak pernah memenuhi panggilan.

” Seharusnya BNP2TKI memediasi antara korban dengan PJTKI itu jangan terkesan BNP2TKI melindungi perusahaan tersebut, ujug-ujug kita dapat surat ini. Kami akan tetap memperjuangkan keadilan untuk Nuryati, ” tandasnya. (Fahmi)

Komentar

News Feed