oleh

Demi Ibunya Politikus Golkar ini Siap Berkorban

 

Min.co.id, Manado: Seorang anak berkorban untuk menyelamatkan ibunya. Demikianlah disampaikan Nayodo Kurniawan, tokoh masyarakat asal Bolaang Mongondow Raya (BMR), Sulawesi Utara, atas penangkapan seorang politikus Partai Golkar.

Jumat 6 Oktober 2017, KPK menangkap politikus muda Golkar, Aditya Anugrah Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono. Aditya diduga menyuap Sudiwarno untuk mengamankan banding perkara korupsi yang menjerat ibunya, Marlina Moha Siahaan.

Apa yang dilakukan Aditya, menurut Nayodo, merupakan perhatian seorang putra pada ibunya. Ia menilai tindakan Aditya sebagai sebuah pengorbanan.

“Jangankan uang, nyawa pun akan dipertaruhkan untuk menyelamatkan ibu. Sisi itulah yang perlu kita lihat,” kata Nayodo, Minggu 8 Oktober 2017.

Namun apapun tindakannya, Nayodo mengingatkan pasti ada konsekuensi. Lantaran itu ia meminta warga BMR tetap menghormati proses hukum.

Pernyataan Nayodo menimpali simpati dari netizen di BMR terhadap sikap Aditya. Bahkan, pemilik akun Facebook, Awie Hasan, membuat aksi dengan tanda pagar #PRAYFORADM dalam postingannya.

Meskipun bumi berguncang, kami akan selalu bersamamu ADM (Aditya Didi Moha). Engkau telah menunjukkan wujud baktimu untuk seorang ibu walau pada akhirnya jiwa dan ragamu jadi tumbal atas niat luhurmu. #PRAYFORADM,” tulisnya dibarengi dengan foto ADM.

Pemilik akun Facebook Danty Falcon juga memberikan dukungan. Ia bahkan mengatakan akan melakukan hal serupa bila berada di posisi Aditya.

Kalau aku di posisi dia (Aditya) aku akan melakukan hal yang sama. #loveAdm,” tulisnya.

Ungkapan yang hampir sama pun dikatakan pemilik akun Facebook Yasluna.

Jangankan ditangkap KPK, mengorbankan diri untuk sang bunda adalah wajib baginya. SAVE ADM. SAVEPENCINTABUNDA.. #SORGADIBAWAHTELAPAKKAKIIBU #WE LOVE YOU ADM,” tulis akun Yasluna yang juga menyertakan foto AAM.

…Teruslah berperasangka baik. Musibah yang Anda (AAM) alami, adalah wujud kasih sayang Allah, agar peroleh kesempatan untuk meraih surganya Allah yang tidak sebanding dengan kemegahan dunia. Insya Allah,” tulis Denny Mokodompit yang juga melampirkan foto Aditya.

Aditya berasal dari Bolaang Mongondow Raya (Bolmong), Sulawesi Utara. Ibu Aditya pernah menjabat sebagai Bupati Bolmong selama dua periode, sejak 2001 hingga 2011.

Namun, Marlina tersandung kasus korupsi terhadap Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD). Dia diseret ke meja hijau dengan berkas perkara nomor 49/Pid.Sus-TPK/2016/PN Mnd.

Marlina kemudian divonis Pengadilan Negeri Manado dalam perkara penyalahgunaan dana Tim Panitia Penyusun Anggaran Daerah (TPPAD) Bolaang Mongondow Raya sebesar Rp1,2 miliar. Dia divonis pada Rabu 19 Juli 2017.

Marlina divonis 5 tahun dan denda sejumlah Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Dia juga divonis untuk membayar uang pengganti sebesar Rp1,25 miliar subsider pidana penjara selama dua tahun.

Tak terima dengan putusan yang dibacakan Hakim Ketua Sugiyanto, Marlina mengajukan banding pada 24 Juli 2017. Berkas banding Marlina masuk ke Pengadilan Tinggi Manado pada Selasa 22 Agustus 2017 dengan nomor W19.U1/138/HN.01/VIII/2017.(metrotvnews)

Komentar

News Feed