oleh

Tetap Bertahan Ditengah Pesatnya Pembangunan

-News-225 views

Min.co.id, Majalengka – Ditengah-tengah kemajuan teknologi dan pembangunan, masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka khususnya Kecamatan Kertajati dan Kecamatan Dawuan masih menggunakan perahu untuk menyebrangi Sungai Cimanuk.

Sangat kontras sekali di bawah megahnya jembatan (Sungai Cimanuk) Tol Cipali terlihat warga memanfaatkan jasa penyebrangan menggunakan perahu dengan tujuan Desa Pasir Malati Kecamatan Dawuan dengan Desa Sukawana Kecamatan Kertajati. Pembangunan Tol Cipali tersebut tidak ada pengaruhnya terhadap aktivitas penyebrangan warga untuk menyebrang sungai Cimanuk.

Dedi Rohaedi (49) pengangkut jasa penyebrangan motor.

Namanya Dedi Rohaedi (49) warga Desa Pasir Malati Kecamatan Dawuan yang sudah bertahun-tahun menjadi nahkoda perahu kecil. Profesi tersebut dilakukan secara turun temurun dari orang tuanya. Dulu pria yang sudah memiliki 3 anak ini bekerja sebagai supir angkutan di Rajagaluh namun setelah ayahnya meninggal (sekitar 5 tahun yang lalu) dirinya mulai menggantikan tugas ayahnya sebagai nahkoda perahu kecil.

Setiap harinya dirinya mengantarkan warga bersama kendaraan motornya yang sebagian besar sebagai petani untuk menyebrang sungai Cimanuk menuju ke sawah garapannya serta kembali pulang kerumah.

Ongkos dalam satu kali menyebrang tiap satu unit kendaraan motor Rp 5.000. Profesi yang menantang tersebut, Dedi dalam sehari pendapatnnya sekitar 60-80 ribuan tergantung warga yang memanfaatkan jasanya. Saat ramai biasanya di waktu-waktu tertentu misalnya ada yang sedang hajatan dan lebaran. Perahu yang dimiliki Dedi dapat menampung 3-4 unit motor dalam setiap penyebrangannya.

Warga yang sudah menjadi langganannya sangat bergantung terhadap jasa perahu miliknya, karena kalau berputar harus ke Kadipaten atau Ligung memerlukan jarak yang jauh dan menghabiskan waktu yang lumayan lama. Oleh sebab itu jika Dedi berhalangan (sakit) maka sementara waktu profesi tersebut digantikan oleh keluarga lainnya supaya dapat membantu warga yang memanfaatkan jasanya.

“Banyak suka dan duka dalam menekuni profesi tersebut. Dukanya misalkan saat musim hujan, aliran sungai Cimanuk lumayan deras sehingga perlu berhati-hati dalam mengendarai perahunya. Selain itu juga akibat luapan air sungai Cimanuk tersebut harus tiap hari membersihkan lumpur yang sangat tebal di pelabuhan kecil/jalur kendaraan motor”, cerita dirinya, Sabtu (8/6/2019).

Bila netizen bersama keluarga atau teman-temannya ingin mencoba sensasi menyebrang sungai Cimanuk menggunakan perahu bisa mencobanya datang langsung kesana. Atau ingin menelusuri aliran sungai Cimanuk bisa juga dengan memberikan ongkos 50-100 ribu rupiah tergantuk jarak/rutenya nanti. (Ndra)

Komentar

News Feed