oleh

“Asmara Subuh” Budaya Masyarakat yang Sulit Dihilangkan

-Tak Berkategori-307 views

asmara subuhmin.co.id/Medan – “Asmara Subuh” sangat populer sekali di Medan, kegiatan ini hanya dilakukan pada saat bulan suci Ramadhan saja dan merupakan budaya masyarakat yang sulit dihilangkan. Kegiatan ini kebanyakan dilakukan oleh para remaja setelah menjalankan sahur dan shalat subuh.

Sosiolog Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Badaruddin menanggapi larangan kegiatan asmara subuh ini. “Istilah asrama subuh tersebut sudah ada sejak dari dulu, biasanya dilakukan sekelompok pemuda dengan pasangannya yang bertujuan mengisi kekosongan menjelang pagi hari, namun dinilai kurang beretika di masyarakat,” kata Sosiolog Universitas Sumatra Utara (USU) Prof Dr Badaruddin, MA, Sabtu (3/06/2017).

Menurut Badaruddin, dalam kegiatan tersebut tempat berkumpulnya pasangan remaja ada yang berada di pinggir pantai, pinggiran jalan, taman bunga, dan tempat umum lainnya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut jelas merusak pemandangan mata karena para remaja bermadu kasih disaat bulan suci Ramadhan, selain itu dilarang juga oleh MUI.

Badaruddin mengatakan, budaya asmara subuh bukan hanya dapat membatalkan ibadah puasa, tetapi juga mengundang pikiran jahat pada bulan Ramadhan. Upaya menghilangkan budaya asmara subuh, bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan MUI, tapi peranan orang tua untuk melarang anak remaja mereka untuk keluar rumah.(rnh)

Komentar