oleh

Santri di Majalengka Bermain Sepak Bola Api

Min.co.id, Majalengka – Di beberapa pesantren di Pulau Jawa, ada tradisi mencengangkan setiap kali bulan Ramadan tiba. Tradisi itu adalah permainan sepak bola api yang dilaksanakan setelah selesai menunaikan ibadah salat tarawih. Ada yang menganggap sebagai hiburan, ada juga yang meyakini sepak bola api adalah latihan kekebalan diri.

Terkadang tradisi tak biasa ini akan membuat mayoritas orang memilih mundur daripada mengikutinya. Pasalnya, seperti namanya, bola yang dipakai bukan bola biasa.

Santri di Pondok Pesantren Bani Sulaiman Al-Anwariyyah Desa Bonang Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka sangat menggemari permainan yang menjurus bahaya ini. Mereka mengadakan turnamen Sepak Bola Api, Selasa (28/5/2019) malam.

Pengelola Pondok Pesantren Bani Sulaiman Al-Anwariyyah Agus Sulaeman menjelaskan permaianan Sepak Bola Api ini di ikuti oleh 8 tim santri, masing-masing tim terdiri dari 6 orang santri.

“Sepak bola Api ini dilakukan dalam rangka penutupan kegiatan Ramadhan menjelang libur santri yang ada di Pondok Pesantren Bani Sulaiman Al Anwariyyah. Pelaksanaannya rutin diadakan tiap tahun. Saat ini jumlah santri yang ada di pondok pesantren ada sekitar 180 santri,” jelas dirinya.

Sepak bola ini menggunakan buah kelapa kering yang disiram atau direndam dalam minyak tanah, kemudian dibakar hingga api menyala. Satu buah kelapa bisa digunakan 2 kali permainan sepak bola api. Anehnya, meski api berkobar, kaki mereka tidak terluka. Para santri justru sangat bersemangat untuk memainkannya. (Ndra)

Komentar

News Feed