oleh

Pasca di Lantik, Anggota DPRD Baru Sudah Dua Kali Di Demo

Min.co.id-Purwakarta-Hadiah terindah belum satu bulan pasca pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta sudah dua kali didemo oleh sejumlah Mahasiswa dan kali  ini didemo ulah sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cabang Kabupaten Purwakarta.

Untuk diketahui pada demo sejumlah mahasiswa meminta agar dapat mengusut “TUNTAS KORUPSI DI PURWAKARTA’ dan PENJARAKAN PELAKU KORUP DI PURWAKARTA”.

“Masalah Korupsi di Purwakarta sampai saat ini belum tuntas, salah satunya kasus SPPD Fiktif yang belum tuntas baru menjerat dua tersangka, sementara aktor intelektualnya sampai hari ini belum di penjarakan kami menolak adanya pelantikan Anggota DPRD Purwakarta Periode 2019 – 2024, pasalnya kurang lebih ada 23 Anggota DPRD yang kami duga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi SPPD Fiktif kami menolak pelantikan hari ini, lebih dari 50 % Anggota yang dilantik hari ini terindikasi kasus SPPD Fiktif,” Ungkap Didin Kordinator Lapangan pada Aksi demo (6/8/2019) pekan lalu.

Namun kali ini aksi demo yang dipelopori oleh (FSPMI) Federasi Serikat Pekerja Metal Kaum pekerja/buruh di indonesia akhir-akhir ini sedang ramai informasi yang beredar ditangah masyarakat mengenai isu revisi undang undang No.13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan.

“Undang Undang yang selama ini menjadi kitab pedoman para pekerja/buruh dalam jagad perburuhan tiba tiba saja untuk revisi, keguncangan pun melanda melampaui batas ketidakwajaraan, kami buruh purwakarta menolak UU revisi No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan” Ungkap ketua Cabang FSPMI.

Seperti yang terpantau di lapangan ratusan buruh yang tergabung dalam FSPMI mendatangai untuk menyampaikan aspirasinya dihadapan para wakil rakyat DPRD Purwakarta, untuk menjaga keamanan dan kondusifitas jajaran pihak keamanan turut berjaga dilingkungan DPRD Kabupaten Purwakarta. (rega)

Komentar

News Feed