oleh

Panwascam Leuwimunding Gelar Bimtek Pencegahan Pelanggaran Pemilu Pada PTPS

-News-95 views

Min.co.id, Majalengka – Pengawas TPS merupakan pengawas terpenting dalam pemilu 2019, keberadaannya bukan hanya menjadi wasit dalam kegiatan pungut dan hitung suara, akan tetapi juga harus menjalankan fungsi pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya proses yang tidak sesuai peraturan perundangan.

Hal ini di ungkapkan oleh Firman Saefatullah, salah satu komisioner panwaslu Kecamatan Leuwimunding dalam bimbingan teknis yang dilaksanakan secara swadaya oleh Pengawas Keluarahan Desa Parungjaya.

Lebih lanjut Firman yang bertugas sebagai koordinator divisi sumberdaya manusia dan organisasi menjelaskan, karena posisinya sangat vital dalam mencegah terjadinya pelanggaran, maka Pengawas TPS harus dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang undang-undang dan peraturan kepemiluan secara optimal, PTPS diharapkan tidak malas membaca regulasi dan banyak melakukan brainstorming dengan sesama PTPS nya maupun dengan pengawas yang secara struktural ada di atasnya.

Hal ini dilakukan untuk menguatkan argumen pengawas dan daya analisis terhadap kejadian-kejadian yang dimungkinkan terjadi di hari H pencoblosan.

ini sudah barang tentu juga dikemas dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, oleh karenanya Firman juga menganjurkan para PTPS untuk melakukan kordinasi dan komunikasi dengan KPPS dengan tujuan tercapai kesaling pemahaman akan aturan yang ada baik undang-undang, Perbawaslu dan PKPU.

Firman menguraikan asal-muasal bimtek swadaya ini, bahwa bimtek ini merupakan tambahan pertemuan resmi, yang oleh Bawaslu Kabupaten Majalengka sudah di laksanakan sebanyak dua kali, namun melihat antusiasme dari para PTPS dalam memahami regulasi dan penggunaan aplikasi SIWASLU maka kami di panwascam bersepakat untuk mengadakan tambahan bimtek.

Kami namakan bimtek swadaya karena memang dilaksanakan tanpa anggaran resmi dari Bawaslu, ini murni dari inisiatif pengawas sebagai bentuk kepedulian dan keinginan kami terhadap peningkatan kapasitas semua PTPS.

Bimtek ini di laksanakan di 14 desa se kecamatan Leuwimunding dan diikuti oleh semua PTPS sesuai dengan jadwal yang diajukan oleh masing-masing desa.

Menurut kami pilihan menggelar bimtek tambahan ini sangat baik dilakukan, karena selain meningkatkan kapasitas dan kapabililitas pengawas, juga untuk mempererat kebersamaan para PTPS, PKD dan Panwascam, serta menjalankan anjuran agama yang bahasa keagamaannya disebut silaturahim guna “manjangkeun duduluran (persaudaraan)” tegasnya.

Lilis sulastri, PKD desa Parungjaya ikut menjelaskan bahwa Kami sangat berterima kasih atas keinginan panwascam menggelar bimtek swadaya ini, kehadiran panwascam dalam menjelaskan regulasi dan mekanisme pengawasan sangat di butuhkan oleh para pengawas PTPS kami yang melakukan pengawasan langsung pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara.

Lilis menambahkan bahwa, di desa Parungjaya terdapat 11 TPS yang harus di awasi, maka peningkatan pemahaman dan kemampuan berkomunikasi yang dimiliki PTPS  mutlak harus dilaksanakan. Hal ini di maksudkan untuk mensosialisasikan peraturan guna tujuan pencegahan pelanggaran baik yang dilakukan oleh penyelenggara maupun peserta pemilu.

Terlebih secara sosiologi masyarakat Parungjaya termasuk masyarakat yang terbuka secara arus informasi, hal ini bisa merupakan potensi untuk meningkatnya angka partisipasi memilih dan kami arahkan untuk meningkatkan juga angka partisipasi mengawasi antar masyarakat untuk mencapai Pemilu 2019 yang bersih dan berintegritas. Pungkas Lilis. (topik)

Komentar

News Feed