oleh

Nelayan Karangsong Minta Permudah Izin Kapal dan Coldstorage 1.000 Ton

-News-37 views

Min.co.id-Indramayu-Nelayan karangsong meminta permudah perizinan kapal dan ditambahnya kapasitas gudang berpendingin (cold storage). hal itu disampaikan perwakilan nelayan dalam kunjungan kerja silahturahmi dan dialog nelayan bersama Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Jendral (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Di Tempat Pelelangan Ikan Desa Karangsong ,Indramayu, Jawa Barat. Minggu (27/1/2019).

Selain dihadiri oleh sebagian besar Nelayan Indramayu, turut hadir juga para tamu undangan diantaranya Plt. Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si, Tokoh Muda Indramayu sekaligus Anggota Komisi V DPR-RI H. Daniel Muttaqien Syafiuddin. ST, mantan bupati indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), ketua DPRD Indramayu H. Taufik Hidayat, Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Abdul Rosyid Hakim, Tokoh masyarakat Indramayu dan anggota Pemuda Pancasila Kabupaten indramayu.

Dalam sambutannya ketua KPL Mina Sumitra, Darto menyampaikan, bahwa nelayan indramayu merupakan penyumbang terbesar Se-Jawa Barat dalam hal produktifitas penangkapan ikan, yaitu sebesar 40 persen. Dan area penangkapan ikan tidak hanya diperairan Laut jawa akan tetapi sudah sampai ke perairan Papua.

“Secara umum kabupaten indramayu dikenal sebagai nelayan atau maritim, yang mampu berkonstribusi dan mendominasi perikanan indonesia, khususnya dari produksi ikan, terbanyak di jawa barat. Sekitar 40 persen pasokan ikan untuk provinsi Jawa barat, dari nelayan indramayu.” terangnya.

Plt. Bupati Indramayu, H. Supendi dalam kesempatannya menyampaikan, di indramayu pencaharian masyarakat nelayan, merupakan sektor mata pencaharian kedua setelah bidang pertanian, ia pun merasa bangga atas apa yang disampaikan ketua KPL Mina sumitra (Darto_red) sebelumnya. Jika nelayan indramayu mampu memasok hingga 40 persen kebutuhan ikan di jawa barat hingga di Jakarta.

“Selain itu, indramayu juga adalah daerah pertanianyang memiliki kurang lebih 114 ribu hektar lahan pertanian, dan ini masih yang terbesar di indonesia, indramayu ini sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional dengan produk rata-rata pertahun mencapai 1,7 juta ton.”tegasnya.

Sementara, Anggota Komisi V DPR-RI, Daniel Mutaqien Syafiuddin mengatakan, bahwa Indramayu khususnya Karangsong sebagai pusat perikanan yang menyumbang 40 persen produksi perikanan Jawa Barat sudah seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah ,dan pihaknya akan terus mengawal kebijakan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan nelayan di Indramayu khususnya nelayan tangkap di Karangsong tersebut .

“Ada pabrik krupuk, kemudian sektoral-sektoral, dan banyak hal lagi yang tergantung, dari sektor perikanan ini. Jadi kita pak menko, berkonsentrasi bagaimana memajukan perikanan di indonesia khususnya di kawasan indramayu, ini memang tidak salah dan itu yang memang harus di prioritaskan.” Tegasnya.

Masih dilokasi yang sama, Rusmadi. Perwakilan nelayan asal desa karangsong menyampaikan permohonan, agar perizinan kapal dapat lebih dipermudah dan dipercepat prosesnya. ”kami membawa suara nelayan kepada pak menteri, terkait perizinan kapal. kami meminta pemerintah supaya perizinan kita di permudah pak.” ucap Rusmadi, dihadapan Menko Kemaritiman, Jendral (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, dan ribuan masayarakat nelayan setempat.

Sementara, perwakilan nelayan dan bakul ikan TPI Karangsong, H. Tawajud menyampaikan, melihat dari tingginya hasil produksi tangkapan ikan di TPI karangsong dengan perolehan produksi 100 ton lebih perhari, sementara kapasitas cold storage saat ini hanya mampu menampung maksimal 150 ton, maka pihaknya meminta kepada pemerintah untuk segera menambah cold storage dengan kapasitas minimal 1000 ton.

“Melihat produksi yang semakin melimpah, sedangkan cold storage cuman mampu menampung 150 ton pak, sedangkan kapal satu saja produksinya kadang-kadang mencapai 130 – 150 ton, cold storage butuhnya kurang lebih 1000 ton lebih pak, setidaknya bisa menampung 10 kapal.”ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Menko Maritim dalam kesempatannya menyanggupi dan akan menindak lanjuti. Bahkan, dalam waktu dekat akan mengundang perwakilan nelayan ke Jakarta untuk menginventarisir persoalan yang ada.

“Terimakasih atas penyampaiannya, Insya Allah akan segera kami tindak lanjuti secara cepat, Kita urus semua nih persoalan yang tadi, Insya Allah itu akan beres.” Ujar Luhut, sambil tersenyum dihadapan para nelayan.(Har/WN)*

Komentar

News Feed