oleh

Ketua Dewan Pers : Hoax Marak di Tiga Tahun Terakhir

-News-42 views

Jatim-Informasi bohong atau hoax menjadi persoalan yang kian berkembang pesat melalui media sosial (medsos). Fakta itu dibenarkan oleh Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo yang mengungkap bahwa hoax kian marak dalam tiga tahun terakhir.

“Seiring dengan masifnya penggunaan internet, selama tiga tahun terakhir ini hoax, kebohongan, kebencian, fitnah dan ketidakpercayaan begitu marak. Terlebih penyebaran hoax tercatat kian marak seiring dengan tingginya tensi politik,” ujar Yoseph saat peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya, Sabtu (9/2).

Ia menegaskan, salah satu cara meredam dan menetralisir berita hoax yakni melalui pemberitaan media massa konvensional. “Untuk media nasional sebagai wahana komunikasi massal harus mampu meredam peredaran hoax di tengah masyarakat saat ini,” ajaknya.

“Saya merasa perlu mengajak elemen wartawan meneguhkan kembali kode etik jurnalistik. Hal ini penting agar perannya dalam kritik dan koreksi,” tuturnya.

Menurtnya, ada banyak berita hoax yang diproduksi oleh situs-situs yang mengaku sebagai situs berita yang banyak dikutip serta disebarluaskan melalui berbagai media sosial. Hal itu, kata dia, membuat masyarakat sulit untuk membedakan mana berita yang benar dan mana berita hoax.

Ironisnya, lanjut dia, saat ini ada banyak wartawan juga yang menggunakan sumber media sosial untuk mendapatkan ide dan mengembangkan berita. Sedangkan media sosial menindaklanjuti berita-berita media yang sebelumnya bersumber dari info di media sosial untuk disebarluaskan.

Oleh karena itu, dia mengingatkan kembali pers dan wartawan Indonesia sebagai bagian dari perjuangan membentuk nation-state Indonesia. “Tugas kita, para wartawan dan media, saat ini adalah merawat kebangsaan kita, termasuk dengan menyampaikan kritik dan pandangan-pandangan pers yang independen,” tukasnya. (afr/s)

Komentar

News Feed