oleh

Kepercayaan dan Budaya Lokal Kiajaran

Min.co. id-Indramayu – Desa Kiajaran Kulon Blok Pelabuhan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mayoritas mata pencahariannya adalah Petani dan Petambak Udang. Warga masyarakatnya sendiri masih melestarikan nilai-nilai warisan budaya jawanya ditengah generasi millenialnya.

Ada hal unik terutama di desa Blok Pelabuhan, Keranda Jenazah masih menggunakan dari bambu, yang dibuat secara mendadak bila mana masyarakatnya ada yang meninggal. Di butuhkan sekitar 2 jam pembuatannya. Keranda ditutupi dengan beberapa kain jarit ketika upacara pemberangkatan jenazah.

Warto salah satu warga Blok Pelabuhan mengatakan sekitar tahun 1996 pernah menggunakan Keranda Jenazah dari besi disimpan di pemakaman umum, agar sewaktu-waktu warga masyarakatnya ada yang meninggal tidak usah repot lagi membuat keranda dari bambu karena membutuhkan waktu sekitar 2 jam ,”ujarnya Kamis (7/3/2019).

“Akan tetapi ada sebagian masyarakatnya sekitar menganggap bahwa keranda besi yang disimpan di pemakaman umum, yang dipakai waktu ada orang meninggal baru dimakamkan menggunakan keranda tersebut, selang 2 hari kemudian ada orang meninggal lagi, hingga batas 2 minggu didesa kami mendapat 4 orang meninggal,” kata Warto.

Di tambah Ada orang (sesepuh) mengatakan gara-gara keranda besi (logam) membawa deretan kematian kemudian orang terbawa anggapan tersebut. Sampai sekarang pemakaman umum di Desa Kiajaran Blok Pelabuhan tidak pernah lagi memakai keranda dari besi.

Ustad Sulaiman yang dihubungi dan dimintai keterangan oleh min.co.id mengatakan itu hanya `mitos` aja gak ada hubungannya kematian seseorang dengan adanya keranda besi. Urusan mati adalah kehendaknya kapanpun dan dimanapun. Jadi anggapan seperti itu suatu pernyataan orang awam saja,” pungkasnya. (Hasto)

Komentar

News Feed