oleh

Karya Desainer Asal Majalengka Tampil di Indonesia Fashion Week 2019

-BIsnis, News-160 views
Dinii Fitriyah Owner Mouza asal Majalengka

Min.co.id, Majalengka – Owner Mouza asal Majalengka Dinii Fitriyah mengikuti Indonesia Fashion Week 2019 bertemakan Cultural Values yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) selama 5 hari 27 – 31 Maret 2019 bertempat di gedung Jakarta Convention Centre Senayan, Jakarta Pusat.

Pada ajang fashion show berkelas nasional yang rutin digelar setiap tahun ini, Mouza by Dinii Fitriyah ikut berpartisipasi menggelar fashion show dengan tema The Armoury yang tampil pada hari pertama setelah pembukaan di Plenary Hall JCC Senayan pada Rabu (27/3) pukul 14.00 WIB.

“Tema The Armoury diambil dari Bahasa Inggris yang artinya Gudang Senjata, terinpirasi dari situasi perang di belahan dunia dimana banyak tentara pejuang perempuan yang terlibat di dalamnya,” terang dirinya melalui pesan singkatnya (Selasa, 2/4/2019).

Penuturan Dinii, sapaan akrab wanita kelahiran Majalengka, 6 Agustus 1981 ini, koleksi The Armoury menghadirkan 9 pilihan model outfit yang memiliki karakter gagah namun tetap menonjolkan sisi feminimitas. Dengan tetap membawa karakter Mouza yang menghadirkan siluet A dan H. The Armoury mencerminkan sikap tentara Muslimah, tetap dengan gamis dan hijabnya yang gagah jelita dan selalu siap siaga di medan perang.

Melalui koleksi The Armoury, putri kedua dari 5 bersaudara dari pasangan Hj. Aam Maryam & HH Yahya Harun ini, ingin membuktikan bahwa perempuan bisa tampil gagah, bisa mengambil peran pekerjaan yang banyak digeluti para pria namun tetap dengan sisi keperempuannya dan tidak keluar dari syariat yang dianjurkan dalam islam.

“Meskipun konsep dasarnya gamis, namun tak akan menghalangi gerak langkah pemakainya untuk berperan sebagai tentara yang tampil gagah berani di medan perang. Dalam koleksi ini terlihat jelas karakter pemakainya yang berani, tangguh, kuat, mandiri namun tetap cantik, elegan dan berkelas,” kata alumni Universitas Majalengka ini.

Adapun material yang digunakan untuk koleksi The Armoury ini adalah Twill Drill Sergio dengan colour pattern hijau, army dan coklat dikombinasi dengan motif tentara. Aplikasi yang dipilih terdiri dari emblem ketentaraan internasional, lambang-lambang tingkatan, pangkat dan prestasi tentara, dipadupadankan dengan ring, ratai, peterband yang didominasi warna army, hitam, gold, silver. Beberapa scoder dipasang untuk lebih mempermanis tampilan.

Melalui The Armoury, istri dari Ade Indrianto yang telah dikaruniai tiga anak ini berharap para perempuan muslim di Indonesia tak membatasi diri dalam berpakaian akibat tuntutan pekerjaan. Koleksi semakin elegan dengan style sepatu Nawang Wulan produksi asli pengusaha lokal Indonesia. (Ndra)

Komentar

News Feed