oleh

IAS Warga Cirebon Posting Ujaran Kebencian Ditahan Dirkrimsus Polda Jabar

-News-54 views

Min.co.id, Bandung – Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar menggelar konferensi pers terkait kasus ujaran kebencian di Mapolda Jabar, Selasa (14/5/2019).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko. S.I.K menjelaskan bahwa tersangaka IAS (49) yang berprofesi wiraswasta warga Cirebon Jawa Barat dengan sengaja mengedarkan atau mengunggah video berdurasi 1.53 detik yang di unggah lewat media Facebook pada hari Minggu tanggal 12 Mei 2019.

Pada tanggal tersebut, secara jelas ditemukan lewat media sosial facebook milik akun IAS (49) dengan isi konten ujaran Kebencian tentang seruan kepada rakyat untuk “jangan takut dengan ancaman Kapolri, dengan ditembak ditempat itu menjadikan lebih panas dan lebih marah rakyat, itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang Kapolri bicara seperti itu” ungkapnya.

Selain itu menurut Kabid Humas Polda Jabar ada kalimat-kalimat yang memprovokasi untuk membenturkan institusi TNI dengan Polri bahkan unggahan di posting berulang sebanyak 3 kali di akun yang sama dan telah mendapat 4 komentar serta 21 kali dibagikan kembali oleh pemilik akun lain katanya.

Bahkan tersangka didapati foto penyerta dari video berupa capture surat dengan judul Menuju Indonesia Baru D.N. AIDIT (22 Mei 1953). Memproduksi sendiri Video yang bermuatan Ujaran Kebencian dengarn menggunakan Handphone miliki pribadi selanjutnya diposting di Media Sosial Facebook dengan akses terbuka sehingga postingan status dapat dilihat oleh seluruh pengguna akun Media Sosial Facebook.

Dengan ini menurut Kabid Humas Polda Jabar tersangka dijerat dengan Pasal 45a Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (22) UU No. 19 Tahun 2016 ttg perubaharn terhadap UU No. 11 tahun 2008 ttg ITE dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara dan Denda Paling Banyak 2 Milyar pungkas Trunoyudo. (topik)

Komentar

News Feed