oleh

Dulu Majalengka Salah Satu Sentral Pembuatan Payung di Jawa Barat

-BIsnis-105 views

Min.co.id, Majalengka – Zaman dahulu di wilayah kelurahan Cicurug Kecamatan Majalengka merupakan salah satu sentral pembuatan Payung di Jawa Barat. Saat ini di Kelurahan Cicurug tepatnya di RT 07 RW 03 Lingkungan Margaraharja ada jalan/gang yang diberi nama Gang Payung. Karena dulunya di gang tersebut masyarakat disana merupakan para pengrajin payung. Beragam jenis payung dibuat disina antara lain payung geulis dan payung agung.

Dulu hampir masyarakat yang ada disana merupakan pengrajin payung, kini hanya tersisa tinggal satu orang lagi yakni Bapak Musa (59). Musa ikut membuat payung dimulai sejak kecil, belajar dari orang tuanya (turun temurun).

Bapak Musa pengrajin payung.

Saat Jurnalis Min.co.id berkunjung ke rumahnya pada Jum’at (31/5/2019), dirinya menceritakan saat ini hanya dirinya saja yang setia membuat payung geulis, sedangkan kakaknya hanya membuat payung yang digunakan untuk upacara kematian, payung tersebut berbentuk kecil yang terbuat dari kertas tipis, dengan rangka bambu yang mudah rusak. Penjualan payung untuk upacara kematian tersebut biasanya di jual ke wilayah Kabupaten Sumedang. Biasanya untuk membuat payung untuk upacara kematian dalam satu Minggu dapat membuat 20-60 buah, sedangkan untuk membuat payung geulis dalam satu Minggu bisa 2-5 buah payung.

Payung geulis dan payung agung buatan Musa ini memiliki keunikan. Payung tersebut dibuat dari bahan-bahan alakadarnya,yaitu antar lain kertas bekas kantung semen, bambu, kayu, lem dan cat kayu aneka warna.

“Kalau zaman dulu bahannya lebih sederhana lagi. Misalnya untuk lem untuk merekatkan kertas dibuat dari buah tanjung atau buah kesemek yang masih muda,ditumbuk dan diperas. Air perasan itulah yang dijadikan lem. Sedangkan pengecatan bahan catnya dibuat sendiri yaitu dari batu puru yang dihaluskan dicampur minyak pernis”, terang Musa.

Lanjut dirinya, bagian luar payung tersebut berhiaskan lukisan aneka flora dan fauna yang menyegarkan mata. Pembeli juga bisa pesan lukisan di payung sesuai keinginannya masing-masing tinggal membawa contoh atau menceritakkannya saja tinggal kemudian dirinya akan melukiskannya di payung tersebut.

“Saat ini yang menjadi tantangannya adalah di penjualannya kurang diminati. sehingga untuk mencukupi kebutahan hidup sehari-hari keluarganya tidak hanya membuat payung saja tetapi berkeliling jualan sandal atau kebutuhan lainnya”, terangnya

Bentuk payung yang mungil dan warna-warni lukisannya yang menarik, sangat cocok untuk dijadikan cindera mata. Saat ini harganya sekitar 150 ribu rupiah.

Pihak yang sudah ikut mempromosikan payung tersebut diantaranya dari Gruop Majalengka Baheula (Grumala). Mereka menggunakan payung tersebut untuk di simpan di Makam Bupati Majalengka pertama.

Sementara itu salah satu tokoh Masyarakat Kelurahan Cicurug, Eman Kurdiman menjelaskan. Nama payung khas Cicurug Majalengka ini disebut payung Nyi Endang Geulis. Diberi nama tersebut karena payung itu biasanya digunakan hanya para perempuan terhormat di zamannya. Untuk melindungi dirinya saat keluar rumah.

“Saat kini tinggal satu orang saja yang suka buat payung Nyi Endang Geulis ini. Untuk menjaga kekayaan budaya tersebut Komunitas Saung Eurih berusaha untuk melestarikannya. Kini contoh payung tersebut sudah ada di galeri Saung Eurih”, terangya. (Ndra)

Komentar

News Feed