oleh

Bahasa Sunda Harus Tetap di Lestarikan

Asikin Hidayat ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Majelengka (DEKKMA).

Min.co.id, Majalengka – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka serta Majalah Sigap mengadakan acara “Mieling Poe Basa Indung 2019” yang digelar di Aula Disparbud Majalengka, Sabtu (23/2/2019).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman menyampaikan salah satu tujuan dari kegiatan Hari Bahasa Ibu Internasional tersebut adalah untuk mempertahankan eksistensi bahasa daerah di setiap dunia agar tidak hilang dan punah terutama kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu di Jawa Barat.

“Bahasa Sunda harus kita lestarikan, bahasa Indonesia harus dijunjung tinggi, dan bahasa asing harus kita pelajari. Kami berharap, lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik namun juga kecerdasan sosial,” kata dirinya.

Sementara itu Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Majelengka (DEKKMA) Asikin Hidayat, menerangkan kita itu punya bahasa ibu yang harus tetap dipelihara serta harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Sunda. Di wilayah Majalengka juga tidak hanya sekedar bahasa Sunda saja, karena ada beberapa tempat juga menggunakan bahasa Jawa maka sepantasnya mereka juga menggunakannya dalam sehari-hari. Diadakannya acara Mieling Poe Basa Indung ini didasari dengan keprihatinan bahwa bahasa ibu (bahasa sunda) makin berkurang pemakaiannya oleh masyarakat kita sekarang terutama generasi mudanya.

 

“Generasi muda tidak faham tentang Bahasa Sunda serta ada ketakutan dari mereka tidak bisa menyampaikan bahasa sunda dengan baik. Mereka menganggap bahasa Sunda itu bahasa yang sukar karena ada undak usuk basa, padahal undak usuk basa itu bukan satu-satunya yang harus diperhatikan. Didalam kehidupan sehari-hari bahasa sunda itu dalam pemakaianya jangan dipikirkan penggunaan undak usuk basanya yang penting ucapkan saja dulu.” terang dia.

Dirinya manambahkan saat ini penggunaan bahasa Sunda di keluarga di abaikan karena orang tua itu mudah mengajarkan bahasa Indonesia, karena bahasa indonesia itu mudah diserap. Hampir informasi yang didapat dari luar itu (televisi contohnya) itu menggunakan bahasa Indonesia.

“Maka pantaslah generasi muda saat ini lebih mengginakan bahasa Indonesia daripada bahasa Sunda.” kata dia

Acara Mieling Poe Basa Indung ini dibuka langsung oleh kepala Disparbud, dihadiri oleh seniman, akademisi, guru bahasa sunda, pagupon, serta masyarakat umum. Sedangkan acaranya di isi dengan pembacaan karya sastra Sunda seperti Maca Carpon dan Maca Sajak dan diskusi yang mengusung pelestarian bahasa Ibu. (Ndra)

Komentar

News Feed