oleh

AKBP Mariyono: Polres Majalengka Dalam Status Tingkat Siaga 1

-News-41 views

Min.co.id, Majalengka – Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, S.I.K., M.Si memberikan jaminan pemilu 2019 akan berjalan aman. Dalam masa tenang Pemilu 2019 ini, aparat penegak hukum menggolongkan tingkat keamanan Indonesia pada siaga 1.

Guna menjamin kesiapsiagaan satuan Polri dalam menghadapi pengamanan pemungutan suara dan penghitungan suara pemilu tahun 2019, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono memerintahkan kepada seluruh personil Polres Majalengka dan Polsek Jajaran terhitung mulai hari Selasa sampai dengan hari Jumat tanggal 16 sampai dengan tanggal 19 April 2019, Polres Majalengka beserta Jajaran dinyatakan dalam status tingkat siaga 1.

“Siaga 1 semua dalam kondisi siap siaga, dalam menghadapi pengamanan dari mulai masuk masa tenang, pemungutan suara dan penghitungan suara, Kapolres Majalengka memastikan sampai saat ini belum ada terlihat potensi gangguan yang muncul pada saat pemilu berlangsung. Namun, Polri dibantu TNI dan aparat terkait tetap waspada mencegah segala potensi konflik yang muncul.

“Dari hasil deteksi intelijen kita, masih belum ada (ancaman). Tapi untuk kewaspadaan untuk tingkat Polres dan Polsek Jajaran pelaksanaan, tingkat kewaspadaan siaga 1. Kita mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi,” imbuhnya.

Di sisi lain, AKBP Mariyono mengatakan, aparat telah membagi zona, di tiap zona kita punya pasukan cadangan, agar setiap potensi konflik siap memback up, memitigasi dan mencegah potensi konflik terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, selama masa tenang pemilu berlangsung, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono meminta masyarakat agar tetap tenang. Selain itu para pemilih harus menyaring segala informasi yang diterima.

Hal itu agar para pemilih terhindar dari kabar hoax, atau berbau fitnah. Selain itu, dengan segala jaminan keamanan yang diberikan aparat, masyarakat diharapkan tidak golput dan tidak takut mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Prinsipnya kita menghimbau masyarakat supaya tidak mudah terpengaruh terhadap informasi-informasi sumbernya yang tidak kredibel. Sumbernya yang tidak bisa dikonfirmasi,” pungkas AKBP Mariyono. (topik)

Komentar

News Feed