oleh

Acara Tujuh Belasan DEKKMA di Gedung Juang yang Dibangun Tahun 1875

Min.co.id, Majalengka – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka mengadakan diskusi tentang sejarah Majalengka bersama Grumala dan para sejarawan di Gedung Juang Majalengka, Minggu (17/3/2019).

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka (DEKKMA) Asikin Hidayat membuka acara obrolan santai dengan tema “ngaguar lampah sejarah” Majalengka dengan tujuan ingin mengadakan silaturahmi pada forum rutin yang digelar DEKKMA setiap tanggal 17 dengan para seniman budayawan dan pemerhati sejarah Majalengka.

Asikin Hidayat mengucapkan terima kasih atas kehadiran dari para narasumber dan peserta, walaupun tidak diundang secara formil tapi datang pada acara tersebut. Narasumber asli warga Majalengka yang mumpuni dalam segi pengetahuan, pengalaman dan kulitasnya sudah tidak diragukan lagi. Narasumber yang hadir adalah Rahmat Iskandar (Rais), Momon Abdurahman, dan Nana Rohmana (Naro) Grumala.

Kenapa kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Juang, menurut Asikin ini tidak lepas dari ingin mengingatkan bahwa peninggalan sejarah di Majalengka sangat banyak. Mulai dari peninggalan sejarah Kerajaan Talaga Manggung, sejarah perjuangan Pahlawan Majalengka yang banyak gugur dan menjadi ahlawan Nasional, Majalengka adalah kota sejarah ungkapnya terbukti dengan kokohnya gedung yang dipakai diskusi yaitu Gedung Juang atau Gedung AR yang berdiri sejak tahun 1817. Menurut catatan yang diutarakan pemerhati sejarah, Naro dari Grumala dan gedung lainnya yang masih berdiri kokoh ungkap Asikin.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 lebih peserta yang mengikuti acara diskusi sejarah, ini karena dikemas dengan menarik dimana sebelum acara dimulai ditampilkan sebuah tarian topeng yang dibawakan seorang penari cilik Lovie yang banyak menyedot perhatian banyak orang dengan kelincahannya.

Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Majalengka H. Gatot Sulaeman yang diwakili oleh Kasi Kesenian Wasman dalam pidatonya menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf bahwa Kepala Dinas tidak bisa hadir karena ada keperluan di luar kota, Wasman mengajak untuk memanfaatkan diskusi ini sebaik mungkin karena hasilnya bisa untuk referensi sejarah yang ada di Majalengka, untuk kedepannya sebagai bahan laporan mengenai Majalengka yang lebih baik.

Turut hadir dalam acara diskusi ini diantaranya DEKKMA, Dinas Parbud Majalengka, Grumala, Perwakilan Talaga Manggung, Dangiang Leluhur, Peka, Kalam Prima Institute, para pemerhati sejarah dan yang mencintai sejarah Majalengka dan tamu undangan lainnya.

Diskusi sangat menarik dan alot, menurut narasumber Rahmat Iskandar kalau dilanjutkan ini tidak akan tuntas sehari. Bisa sampai berminggu-minggu, karena membahas sejarah tidak bisa dilihat dari satu sisi, bisa dari berbagai aspek bukti sejarah dan cerita tapi dengan adanya diskusi ini semua masukan dan pendapat akan dijadikan catatan tambahan untuk sejarah Majalengka katanya. (topik)

Komentar

News Feed