oleh

Penyelundupan Anak Komodo Dengan Harga Rp500 Juta Perekor

-News-241 views
Min.co.id, Surabaya – Dalam minggu ini Polda Jatim bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur telah berhasil membongkar sindikat perdagangan satwa langka dilindungi. Salah satu satwa langka yang juga diketahui pernah hidup sejak zaman dinosaurus yakni komodo juga berhasil diamankan. Komodo itu berasal dari Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari hasil ungkap diketahui ada lima ekor bayi komodo yang berhasil diamankan dalam keadaan hidup. Namun ternyata sebelum ditangkap, komplotan pelaku telah menjual sekitar 41 ekor ke luar negeri dengan harga fantastis, per ekor bisa mencapai Rp 500 juta.
“Komodo yang diperdagangkan ini bukan berasal dari wilayah Surabaya atau Jawa Timur, tapi dikirm dari NTT. Pengiriman lewat jalur laut menggunakan kapal,” kata Kasubdit Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik, Jum’at (29/03/2019).
Kasus penyelundupan satwa langka dilindungi yang diperdagangkan secara ilegal telah berhasil diungkap oleh Polda Jawa Timur. Namun penyidikan kasus terus dikembangkan oleh Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus.
Rofik juga sempat menegaskan fokus dalam penyidikan bukan hanya soal penjualan satwa dilindungi ini secara ilegal. Namun juga penyidikan adanya dugaaan perdagangan satwa langka secara ilegal ini pada kasus genetikanya.
Menurutnya, ekspolitasi genetik dari satwa langka dilindungi ini sangat mungkin terjadi. Bahkan, genetik pada satwa langka di Indonesia ini dari sampel darahnya saja, lanjut Rofik, bisa digunakan untuk pengobatan. “Informasi yang kami dapatkan, bahkan bisa untuk penyembuhan penyakit Ebola,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kekayaan sumber daya hayati di Indonesia perlu dijaga agar tidak dieksploitasi oleh negara lain. Terlebih, kata dia, untuk satwa langka dilindungi harus benar-benar diperhatikan.
“Jika memang digunakan untuk riset, maka harus ada izin dari pemerintah. Untuk satwa langka dilindungi ini, bukan hanya izin Menteri, tapi langsung harus seizin Presiden. Jika disalahgunakan maka akan jauh lebih besar kerugian negara atas eksploitasi kekayaan sumber daya hayati bangsa ini,” tegasnya.
Dari pengungkapan kasus penjualan satwa langka ilegal itu, Polda Jatim berhasil menangkap sembilan pelaku penyelundupan. Diantaranya M RSL, AN, VS, AW, RR, MR, BPH, DD dan satu tersangka masih DPO.
Selain komodo, hewan yang berhasil diamankan di antaranya kucing hutan, berang-barang, burung kakatua, hingga trenggiling. Para pelaku ditangkap di beberapa tempat di Jatim, seperti Surabaya hingga Jember serta di Semarang, Jawa Tengah.
Jaringan ini, lanjut dia, diduga melakukan bisnis jual beli, bahkan sampai ke luar negeri. Hal ini terbukti dari paspor yang ditemukan oleh polisi. “Tadi telah disampaikan ada salah satu paspor yang merupakan salah satu bukti yang bersangkutan terhubung dengan jaringan internasional,” ungkapnya.
Polisi pun menetapkan pasal berlapis. Pelaku dijerat Undang-undang nomor 5 tahun 90 tentang konservasi sumber daya alam dan binatang dengan ancaman 5 tahun dan denda Rp100 juta. Untuk barang bukti yang diamankan yakni lima ekor komodo, sepuluh ekor berang-berang, lima ekor kucing hutan atau kucing kuwuk, seekor jelarang, tujuh ekor lutung budeng, enam ekor trenggiling, seekor cukbo ekor merah, seekor elang bido, seekor kakatua maluku hingga kakatua jambul kuning. (hjr/s)

Komentar

News Feed