oleh

Badan Narkotika Kabupaten Indramayu Sosialisasi dan Buka Puasa Bersama

-News-161 views

Min.co.id, Indramayu – Badan Narkotika Kabupaten Indramayu, buka puasa bersama dan sosialisasi. Dengan tema Peran Badan Narkotika Kabupaten Indramayu dalam Pencegahan Penyalahgunaan Pemberantasan Pengedar Gelap Narkotika (P4GN). Dan bahaya narkotika pada kalangan usia dini dan masyarakat wilayah hukum Kabupaten Indramayu bertempat di Aula Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Selasa (28/5/2019).

Dari Tahun ke tahun, angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Indramayu, menunjukkan trend kenaikan yang signifikan. Era globalisasi yang membuka kran informasi sedemikian luasnya, ditambah dengan branding Kabupaten Indramayu sebagai daerah tujuan wisata, menuntut semua pihak untuk bergandeng tangan dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Indramayu, pada tahun 2019 ini mengadakan Roadshow Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Kecamatan patrol.

Dalam kesempatan perdana ini, Penyuluhan P4GN dilaksanakan di Aula Kecamatan Patrol Selasa, dengan menghadirkan 50 (lima puluh) orang peserta, terdiri dari unsur Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Wanita, Aparat Desa, LSM, Pelajar dan Pemuda dari beberapa Kecamatan yang ada di Indramayu, dengan 5 (lima) orang narasumber, yaitu : Camat Patrol Teguh Budiarso, S. Sos.,M.Si. KBO Sat Narkoba Aipda Wawan, SH. Aipda Eka Mulyadi, Danto Candra dan Brigadir Mutoharoh.

Sebagai narasumber pertama sekaligus pembuka acara, Camat Patrol, Teguh menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sosialisasi sebagai tempat perdana penyuluhan P4GN Tahun 2019. Hal ini sesuai dengan kondisi yang berada di wilayah perbatasan antar Kabupaten dengan demikian, masyarakat harus senantiasa bersiap menghadapi perkembangan dan perubahan di berbagai sektor yang berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya.

KBO Sat Narkoba Polres Indramayu Aipda Wawan, SH narasumber kedua, menggali pendapat peserta penyuluhan, baik sebagai pelajar, Bapak, Ibu, Tokoh Agama, Tokoh Pendidik, dan Tokoh Warga Masyarakat, tentang bagaimana harus menyikapi dan mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya. Data ungkap kasus menunjukkan bahwa orang tua baru mengetahui bahwa anaknya menyalahgunakan narkoba, setelah mereka tertangkap dan diproses di Polres. Untuk itu, perlu meningkatkan kepedulian semua elemen kepada keluarga, tetangga, saudara, dan masyarakat sekitar.

Terpisah Brigadir Mutoharoh menyampaikan, bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama bagi diri penyalahguna. Usia yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba ini adalah usia remaja, antara 15 sampai 35 tahun. Disamping itu, rokok sebagai pintu gerbang masuknya narkoba merupakan zat adiktif yang sebaiknya dihindari.

“Menyampaikan wadah peran serta masyarakat dalam kegiatan P4GN ini cukup luas. Antara lain melalui pembentukkan satgas atau penggiat anti narkoba di lingkungan masing-masing, melalui kampaye anti narkoba pada saat kegiatan pengumpulan warga, seperti rasulan dan dalam setiap kegiatan resmi masyarakat.

Antusias warga dan Lembaga dalam sosialisai ini sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang mereka sampaikan kepada para pembicara. Salah satunya Pak Sarjo pranoto tokoh Masyarakat menyampaikan ada kasus penyalahgunaan narkoba di beberapa Kecamatan yang ada di Indramayu. Bagaimana cara penanganannya oleh BNK Indramayu. Dan bagaimana mengenali ciri-ciri pemakai dan pengedar narkoba, dan masih banyak lagi.

Diharapkan setelah penyuluhan ini, warga dapat menyebarluaskan informasi P4GN yang diperolehnya kepada masyarakat sekitar. Sehingga dapat mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Indramayu. Acara di tutup dengan do’a bersama dan berbuka puasa bersama. (Alen)

Komentar

News Feed