oleh

Nenek 87 Tahun Membutuhkan Bantuan Pemerintah

-News-215 views
kegiatan nenek Tarwiyem (87) saat memasak mie instan di dapur yang terletak diluar rumah.

Min.co.id – Indramayu – Nenek Tarwiyem (87) hidupnya sebatang kara, tinggal digubuk reyot yang sangat memprihatinkan. Untuk makan keseharianya saja hanya mengharapkan uluran tangan dari para tetangganya. Sedangkan anak tunggalnya seolah tidak peduli dengan keadaanya.

Kalau hujan turun dia sering menangis ketakutan karena takut ketimpa rumahnya yang sudah tidak layak huni, saking takutnya dia lari keluar rumah dan ikut berteduh kerumah tetangganya yang terdekat. Apalagi kalau hujan tersebut diberengi petir dan geledek yang menggelegar.

Nenek Tarwiyem tinggal didunia ini seolah hidup hanya sendirian? Bagaimana tidak Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten seolah menutup mata dengan keadaanya yang sudah tidak berdaya ini.

Nenek Tarwiyem tinggal dipesisir pantai Desa Limbangan RT 06/02 Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu belum pernah merasakan yang namanya bantuan BLT/Raskin dari Pemerintah, entah tidak tercantum namanya atau memang tidak terlihat wujudnya oleh pemerintah setempat.

Hal tersebut dibenarkan oleh tetangganya Susi dan Wariah yang merasa kasihan kepadanya. “Tolong mas, kalau punya kenalan dengan orang negara kasih tau keadaan nenek Tarwiyem ini. Tolong lihat keadaannya, kondisinya dan tempat tinggalnya. Apakah beliau masih belum layak untuk menerima bantuan”. Teranganya kepada wartawan min.co.id. Rabu (27/03/2019).

“Kami berharap untuk pemerintah yang menangani dibidang kesejahteraan ini tolong untuk segera ditindak lanjuti dan dicek kebenaranya”. Lanjut Susi. (Rio)

Komentar

News Feed