oleh

Launching KPAI Goes To Campus, Integrasikan Perlindungan Anak Dalam Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Min.co.id, Jakarta – Upaya mengintegrasikan perspektif perlindungan anak dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, KPAI menyelenggarakan launching “KPAI Goes To Campus”, Bertempat di Hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto mengatakan bagaimana isu-isu perlindungan anak juga masuk di dalam konsentrasi perguruan tinggi, baik dosen maupun mahasiswa untuk melakukan riset di bidang perlindungan Anak. Banyak kasus anak di Indonesia yang tentu membutuhkan kontribusi dan partisipasi para dosen sekaligus juga mahasiswa kita membutuhkan kontribusi besar bagaimana perguruan tinggi memberikan perspektif baru, menu-menu baru. Bahkan juga tawaran baru apa yang terbaik bagi pemajuan perlindungan Anak Indonesia saat ini.

“Segera banyak berkembang research and development yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Saya kira ini akan menambah khasanah model-model baru yang positif bagi kemajuan perlindungan Anak Indonesia pengabdian masyarakat karena pengabdian masyarakat itu merupakan mandatory bagi perguruan tinggi apalagi di undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dinyatakan bahwa pendidikan tinggi berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan watak atau kepribadian”.

“Kedua adalah mengembangkan civitas akademika yang inovatif dan responsif. Ketiga adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tugas responsif ini tentu kita harapkan perguruan tinggi juga merespon isu-isu baru terkait perlindungan Anak” ujarnya.

“Merespon Bagaimana menangani kasus-kasus anak yang ada di masyarakat kami membayangkan kalau mahasiswa memilih lokasi KKN dengan mempertimbangkan katakanlah misalnya tingkat kasus di suatu desa atau kecamatan tinggi maka itu dijadikan pertimbangan mahasiswa atau perguruan tinggi. Memilih lokasi KKN itu segera merupakan kontribusi yang positif bagi peran mahasiswa untuk mencegah sekaligus juga apa memberikan edukasi kepada masyarakat”.

Dalam mencegah kasus pelanggaran HAM di Indonesia dan upaya yang dilakukan memang membutuhkan proses panjang di tahun 2019 ini.

Susanto mengatakan kunjungan KPAI Goes to Campus dilaksanakan di 12 perguruan tinggi.

“Kami di 12 perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia, Universitas Negeri Medan, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Negeri Padang, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Negeri Semarang, Universitas Bengkulu, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Mataram”.

“Lanjutnya, Dalam kegiatan KPAI Goes to Campus ada beberapa kegiatan, diantaranya kuliah umum yang dihadiri pimpinan kampus para dosen dan mahasiswa, kita juga akan berikan kepada pimpinan kampus untuk memasukkan perspektif perlindungan di mata kuliah terkait, dan yang ketiga KPAI juga akan bertemu dengan pimpinan kampus agar teman-teman mahasiswa juga konsen pada perspektif perlindungan anak baik dalam pengembangan keilmuan”.

“Kita membutuhkan kontribusi besar bagaimana perguruan tinggi memberikan perspektif dan menu-menu baru, bahkan juga tawaran baru apa yang terbaik dibanjiri bagi pemajuan perlindungan dan artifisial saat ini”.

“Saya kira banyak pengembangan development yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen, saya kira ini akan menambah khasanah model-model baru yang positif bagi kemajuan perlindungan anak indonesia“, tutupnya.

Dalam acara launching KPAI Goes to Campus, dihadiri oleh Prof. Dr. Ainun Naim, Ph.D selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Riset dan Teknologi RI dan didampingi para Komisioner KPAI serta pejabat kementerian terkait. (Bis)

Komentar

News Feed