oleh

23 Tim Program Kreativitas Mahasiswa UNUSA Di Biayai Kemenristekdikti

Min.co.id-Surabaya-Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meloloskan 23 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  yang berhasil mendapatkan pendanaan dalam bentuk dana hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Angka ini meningkat 300 persen dari tahun lalu yang hanya 7 PKM.

Wakil Rektor I Unusa, Kacung Marijan, mengatakan Unusa akan terus berbenah diri dalam kancah kompetisi nasional. Meski masih terbilang muda, Unusa ingin menjadi prototipe universitas NU di Indonesia. Oleh karenanya semua civitas akademika baik mahasiswa, dosen, maupun alumni   terus meningkatkan kualitas, sebagai upaya meletakkan pondasi yang kokoh.

“Tahun ini PKM Unusa yang lolos, naik lebih dari 300 persen dibanding tahun lalu sebanyak 7 PKM. Jumlah tersebut merupakan terbesar ke-2 yang lolos ditingkat PTS se-Jatim,” kata Kacung, Minggu (14.4) lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, PKM merupakan wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Tujuannya memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan bagi masyarakat luas.

Sesuai ketentuan Kemenristekdikti, Unusa masuk dalam kategori kampus kluster 3. PKM kluster 3 mendapatkan kuota 175 tim PKM, meliputi 5 bidang; Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat, Penelitian (eksak dan sosial humaniora), Karsa Cipta, dan Penerapan Teknologi (PKMT).

“Dari 23 tim PKM yang lolos, terbanyak bidang kewirausahaan. Ini karena Unusa punya mata kuliah dasar umum kewirausahaan. Secara eksplisit, salah satu misi Unusa adalah mendorong kewirausahaan,” katanya.

Dikatakannya, dana hibah yang diberikan kepada para mahasiswa Unusa mencapai Rp 130 juta. Nilainya bervariasi antara Rp 5-12,5 juta, tergantung bentuk pengembangan masing-masing PKM. Setiap PKM masing-masing terdiri dari 3-5 mahasiswa, sehingga total berjumlah 93 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan PKM tahun ini.

Dikatakannya, persiapan mahasiswa yang mengikuti seleksi PKM sudah dilakukan sejak setahun lalu. Pihak kampus memberi dukungan penuh kepada mahasiswa dengan memberikan pembekalan, seminar, workshop cara penulisan karya ilmiah, hingga mengundang para pakar untuk menularkan ilmu mereka kepada peserta PKM.

“Sejak April 2018, pembekalan dilanjutkan dengan klinik konsultasi dengan para dosen luar yang memiliki viewer tingkat nasional, juga dari Kemenristekdikti. Ini untuk mematangkan proposal mahasiswa sebelum diunggah ke Simbelmawa,” katanya.

Menurutnya, kegiatan PKM sangat membantu mahasiswa berpikir kritis melalui kegiatan ilmiah, melatih mahasiswa untuk berkolaborasi, serta melatih kemampuan berkomunikasi.

Salah satu peserta PKM yang mengusung tema “Cookies Anti Diabet” , Kholifatul Kamilah mengaku senang bisa mengikuti PKM dan lolos hibah dikti. Mahasiswa semester 8 Fakultas Kesehatan Jurusan Analis Kesehatan ini merasa bangga bisa menjadi salah satu mahasiswi yang  mengharumkan nama kampus Unusa.(ern/s)

Komentar

News Feed