oleh

Peninggalan Sejarah Dirusak, Grumala Angkat Bicara

Tugu Triangulasi atau Tugu Pemetaan (Sayang Kaak) wilayah yang dibangun Belanda sekitar tahun 1920-an.

Min.co.id-Majalengka – Grup Majalengka Baheula (Grumala) mengunjungi sayang kaak yang terletak di Bukit Pamulihan blok Pamulihan Desa Wanahayu Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka pada hari Minggu (25/11).

Rombongan Grup Majalengka Baheula merupakan komunitas yang secara khusus menggali sejarah tentang Majalengka, terutama sisa-sisa sejarah Belanda dan kepemimpinan awal Kabupaten Majalengka.

Sudah banyak catatan sejarah yang ditemukan oleh Grup Majalengka Baheula (GRUMALA) ini dan menjadi bahan untuk kajian para pecinta sejarah khususnya sejarah Majalengka.

Tugu Triangulasi atau Tugu Pemetaan wilayah yang dibangun Belanda sekitar tahun 1920-an. Masyarakat Majalengka menyebutnya dengan istilah Sayang Kaak, tinggi sekitar 1,6 meter terdapat kode-kode entah apa artinya sayang kode tersebut sudah hilang.

Tugu Trianggulasi yang berada di blok Pamulihan Desa Wanahayu Kecamatan Maja, Majalengka ini adalah salah satu yang masih tersisa di Kabupaten Majalengka. Itupun baru 2 tugu yang sudah terdata dan yang di Pamulihan ini masih cukup utuh lengkap dengan kotak kodenya walau sudah tak terbaca.

Tugu ini pada tahun 1920-an sempat dikunjungi oleh traveler Belanda Johanna Gelar dan biasanya tugu ini berada di dataran tinggi atau pegunungan. Yang tertinggi di daerah tersebut dimana tiang tersebut berdiri.

Nana Rohmana yang lebih dikenal NaRo sangat menyayangkan kejadian seperti di Sayang Kaak tersebut ini sudah sering terjadi di tempat-tempat peninggalan sejarah kedudukan Belanda di curat-coret bahkan sebagian ada yang di curi dan di rusak, saya ingin Pemerintah harus mulai mengamankan tempat-tempat sejarah kata NaRo.

Ketua Grumala Andi Iman Wandi menyatakan prihatin atas kejadian tersebut karena hal seperti itu tidak mungkin terulang lagi makanya sudah saatnya Pemerintah peduli terhadap peninggalan-peninggalan sejarah yang berada di Majalengka, jangan sampai hilang dan rusak pungkas Andi. (topik)

Komentar

News Feed