oleh

Ka Dinas Kesehatan Jatim : Hindari Terik Matahari Langsung Dan Gunakan Masker

Min.co.id-Jatim-Cuaca panas yang melanda sebagian besar wilayah di Jawa Timur akhir-akhir ini, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menghindari paparan sinar matahari secara langsung dan terpaan debu yang beterbangan, karena hal tersebut bisa memicu terserang virus penyebab Inveksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar Hari Santoso, Selasa (12/11) mengatakan, sekarang ini iklim sedang panas-panasnya, sehingga peluang terserang penyakit yang disebabkan oleh virus seperti influenza dan ISPA oleh karena itu hindari sinar matahari secara langsung, kalau terpaksa beraktivitas maka pergunakan alat pelindung diri dan jangan sampai dehidrasi dengan minum air yang cukup dan makan agar tercipta daya tahan tubuh hingga bisa menepis penyakit.

Kohar juga memberikan saran agar menghindari udara kering yang berdebu dengan menggunakan masker penutup hidung dan mulut karena debu yang masuk kedalam saluran pernafasan bisa menimbulkan penyakit apalagi udara berdebu yang telah bercampur kuman.

Apalagi jika sedang sakit maka jangan lakukan aktifitas dalam kondisi seperti itu dan pakailah masker dan jika sedang batuk hindari batuk di depan wajah orang lain. Ditanya tentang data jumlah orang yang terserang ISPA di Jawa Timur.

Dikatakannya, ada peningkatan jumlah pasien yang berobat baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit namun tidak sampai menjalani rawat inap. Ditegaskannya, dalam musim kemarau yang panas seperti ini, selain kerawanan terserang ISPA, yang perlu diwaspadai adalah ancaman diare sampai  kolera yang disebabkan oleh debu berkuman yang mengotori air terutama air minum.

“Musim kemarau seperti ini peluang  selain diserang ISPA karena debu yang membawa kuman, maka lanjutannya karena air sulit maka mengambil air sembarangan, jika air tersebut tercemar dan masuk perut maka menyebabkan infeksi saluran pencernaan,” pungkas Kohar. (pno)

Komentar

News Feed