oleh

Sanksi Partai Golkar untuk Syaefudin di Indramayu Mestinya Segera Diberikan

Min.co.id-Indramayu-Pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Ade Barkah yang akan tetap memproses rekomendasi Bidang Organisasi untuk pemberian sanksi kepada Sekretaris DPD Partai Golkar Indramayu (Syaefudin) atas pernyataan hoax dicabutnya rekomendasi Daniel Muttaqin Syafiuddin (DMS) sebagai Calon Bupati, menuai banyak respon positif dari tokoh masyarakat Indramayu. Komitmen penegakkan AD/ART Partai Golkar, yang disampaikan Ade Barkah saat sowan ke Sesepuh partai Golkar Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin (Yance), baru-baru ini, dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun loyalitas dan kepatuhan terhadap keputusan partai.

Pemerhati Politik yang juga tokoh masyarakat Indramayu Ir. Darsono, mengatakan sikap tegas Ketua DPD Partai Golkar Jabar (Ade Barkah), perlu direspon dan diapresiasi untuk menjaga Marwah partai Golkar, khususnya di Indramayu. Supaya tidak ada anggota maupun pengurus partai Golkar yang menyebarkan hoax, dan patuh terhadap keputusan partai.

“Menurut saya, pelanggaran Syaefudin masuk katagori berat karena membuat berita bohong demi ambisi pribadi.

Sanksi Organisasi kepada sekretaris DPD Partai Golkar Indramayu itu, harus segera diberikan untuk menjadi peringatan bagi yg lain,” ujar Ir. Darsono yang sampe saat ini masih aktif sebagai Ketua Yayasan Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu.

Hal senada juga disampaikan, tokoh masyarakat Indramayu lainnya, yakni Drs Nuradi MSi. Menurutnya, sanksi organisasi kepada Sekretaris DPD Partai Golkar Indramayu (Syaefudin), pantas untuk terus diproses dan diberikan oleh partai Golkar. Supaya ada efek jera dan tidak terjadi lagi kesewenangan pribadi atau golongan di internal partai Golkar dengen menyebarkan kabar yg tidak benar alias hoax.

“Sanksi tegas harus di berikan bagi anggota/pengurus partai yg melanggar AD/ART untuk menjaga marwah Organisasi Partai Golkar. Supaya kedepan tidak ada yang berani melakukan kesewenangan pribadi atau golongan diatas kepungurusan Partai,” jelas Nuradi yang merupakan salah satu mantan pejabat Pemkab Indramayu yang kini sudah pensiun.

Banyak elemen masyarakat di Indramayu yang memperhatikan perkembangan dinamika partai Golkar di Indramayu pasca mencuatnya rekomendasi pemberian sanksi organisasi kepada Syaefudin. Terutama menghadapi Musda Partai Golkar di Indramayu maupun Pilkada serentak, 9 Desember 2020.

Sepertinya gak ada itikad baik untuk islah dari kubu Syaefudin. Padahal statmen Ketua DPD Golkar Jabar sudah jelas. Bahwa kekompakan sangat dibutuhkan untuk memuluskan keputusan DPP Partai Golkar dalam mengusung Daniel Muttaqin Syafiuddin (DMS) sebagai calon bupati.

Bahkan, banyak pihak yang beranggapan, kalau tetep ada kubu yang membangkang terhadap keputusan partai Golkar, akan menjadi duri dalam perjuangan Daniel dalam menjalankan perintah/penugasan partai dalam memenangkan Pilkada di Indramayu.

Untuk menjaga marwah Partai, pemberian Sanksi organisasi dari Partai Golkar kepada Sekertaris DPD Partai Golkar Indramayu (Syaefudin) harus ditegakkan. Agar semua kader mematuhi Intruksi dan keputusan Partai.

Kemudian semua komponen dan elemen partai Golkar di Indramayu, segera merapatkan barisan untuk memenangkan Daniel sebagai Bupati Indramayu pada Pilkada nanti. Demi mempertahankan kebesaran partai Golkar dan melanjutkan kemajuan daerah bersama visi Indramayu Remaja (Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera) yang digagas dan dilaksanakan oleh kader Partai Golkar yang menjadi kepala daerah. (rls)

Komentar

News Feed