oleh

Versi Catatan Belanda Bahwa Majalengka Baru Berumur 180 Tahun

Min.co.id-Majalengka-Ulang tahun Majalengka ke 180 tahun di peringati secara sederhana oleh para penggiat sejarah Majalengka yang berkumpul di makam bupati pertama rt dendanagara di gunung wangi argapura pada hari selasa (11/2/2020)

Ratusan orang memadati komplek pemakaman depok yang tepatnya di desa gunungwangi kecamatan argapura Kabupaten Majalengka dimana di komplek makam depok ini ada beberapa makam dari para tokoh yang ada di Majalengka diantaranya makam mbah Wijaya kusumah dan makam rt dendanagara

Makam Mbah Wijaya Kusumah atau Prabu Munding Suria Ageung penguasa Maja abad ke 16 bahkan menurut Asep Asdha salah seorang pranata talaga manggung mengatakan bahwa mbah wijayakusumah adalah Prabu siliwangi ke 10 keturunan dari prabu wangi ungkapnya

Dan makam yang satu nya lagi yaitu makam rt dendanagara merupakan makam bupati pertama majalengka yang ditugaskan pemerintah belanda tahun 1840, rt dendanagara yang lebih di kenal oleh masyarakat setempat adalah Kanjeng Kyai Sura Adi Ningrat karena menurut pemuka agama setempat beliau pernah mengajar ngaji pada masa pensiun dari bupati katanya

Bahkan menurut sejarawan dan budayawan Majalengka rahmat iskandar dalam saresehan singkatnya mengatakan bahwa seharusnya yang dikunjungi setiap ulang tahun Majalengka ya di sini ungkapnya dengan keberadaan makam ini membuktikan bahwa Majalengka itu masih muda umurnya baru 180 tahun

Karena menurut penelusuran rahmat iskandar yang dimakamkan di margatapa yang selama ini dikunjungi tiap hari jadi majalengka adalah Kuncen muhamad hafid yang meninggal di margatapa dan dimakamkan disana pada Tahun 1794 ungkapnya

Sudah seharusnya Majalengka mengkaji ulang untuk ziarah makam pada hari jadi Majalengka ke makam yang berada di gunung wangi ini bukan yang di margatapa tegasnya (topik)

Komentar

News Feed