oleh

Deni JA Direktur Cikom -LSI : Dua Faktor Hasil Survei Meleset,Money Politik dan Tsunami Politik

-Politik-52 views

Min.co.id-Indramayu-Menarik hasil temuan Citra Komunikasi Lingkaran Survai Indonesia (Cikom-LSI) ,dari pengalaman LSI melakukan survai terhadap para kandidat di Pilkada di seluruh Indonesia , ada dua hal yang yang biasanya punya daya rusak pilihan public terhadap calon, sehingga hasil survei meleset dikarenakan dua faktor, pertama money politik dan kedua tsunami politik ujar, Direktur Cikom-LSI Network Deni Ja , Toto Izul Fatah di Hotel Trisula Indramayu Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

Salah satunya , tiba-tiba calon tertentu terlibat kasus moral yang heboh seperti asusila , narkoba atau terjerat kasus korupsi dan lain-lain.

Begitu juga dengan money politik , dalam temuan survai LSI ada kecendurungan pragmatis prilaku pemilih di Indramayu yang menganggap money politik itu sangat wajar (6,8%) dan cukup wajar (50,0%) . Jika digabung lebih dari 50% public di Indramayu menganggap wajar money politik dengan kata lain , mayoritas warga di Indramayu senang dan suka jika ada yang melakukan money politik.

Ini juga tergambar dari pengakuan publik atas pengaruh money politik tersebut sangat berpengaruh (14,8%) dan cukup berpengaruh (38,0%) . Biasanya , ini menjadi goodnews buat calon dengan kapital besar dan badnews buat calon yang bermodal pas-pasan, diluar kontek bahwa cara-cara kotor seperti itu akan merusak tataran demokrasi yang sehat dan kuat.

Dengan adanya money politik dan taunami politik , bisa terjadi calon yang sekarang diunggulkan pada saatnya rontok dikalahkan calon lain dan pada Pilkada Indramyu 2020 ini, potensi terjadinya dinamika dukungan masih sangat terbuka. Apalagi dalam sisa waktu yang masih kurang lebih 5 bulan berbagai kemungkinan akan bisa terjadi.

Terutama dalam kontek masih rendahnya tingkat pengenalan para calon yang masih dibawah 70% . Padahal untuk bisa menang itu, setiap calon harus memiliki tingkat pengenalan diatas 80% . Ini juga termasuk bagian dari salah satu hukum besi untuk menang. Secara teoritis makin dikenal,makin punya potensi untuk dipilih dan semakin rendah pengenalan, kecil juga kemungkinan untuk dipilih.(hasto)

Komentar

News Feed