oleh

Melestarikan Adat Budaya Ngarot, Merupakan Bagian Mencintai Kearifan Lokal Desa Nunuk – Lelea

Min.co.id-Indramayu-Sebagai rasa syukur atas datangnya musim penghujan dan dimulainya musim tanam padi (rendeng) kepada tuhan yang maha esa pemerintahan Desa Nunuk Kecamatan Lelea – Indramayu bersama warga masyarakatnya mengadakan proses Adat Ngarot, Sabtu (04/01/2020)

Adat budaya ‘Ngarot’ sendiri sudah menjadi ‘Icon Budaya’ di Kabupaten Indramayu terutama di Desa Lelea, Desa Tamansari, Desa Nunuk, Desa Tugu, dan Desa Jambak. Melalui Tradisi Ngarot diharapkan musim tanam padi yang mulai dilaksanakan akan sukses hingga panen padi sesuai harapan para petani.

Proses Adat Ngarot dimulai dari rumah Kuwu Mashadi berjalan kaki menuju kantor Desa Nunuk, dengan diiringi oleh puluhan gadis – gadis desa yang dihiasi dan bermahkota bunga diatas kepalanya dan berkebaya serta para jejaka menggunakan pakian kas Indramayu pakaian komboran hitam dan berikat kain.

Kuwu Desa Nunuk, Mashadi memimpin arak-arakan (pawai) didampingi istri, Camat Lelea Hatta Direja beserta istri, Danramil, Kapolsek, jajaran pemeritah Desa, diikuti para gadis, jejaka dan warga masyarakat Desa Nunuk dengan berjalan dan menyusuri batas-batas desa menuju ke kantor desa dengan iringan gamelan khas Dermayon.

Kuwu Mashadi mengatakan bahwa tradisi Ngarot masih tetap terjaga dan dilestarikan karena menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Indramayu serta bisa menggerakan ekononi masyarakat sekitarnya.

Di akhir prosesi Adat Ngarot diadakan secara simbolik penyerahan panca usaha tani kepada perwakilan para gadis dan jejaka seperti bibit padi, cangkul, kendi berisi air serta perlengkapan lainya sebagai tanda dimulainya aktifitas menggarap sawah dimusim rendeng (hujan) secara massal oleh para petani di Desa Nunuk. (Has)

Komentar

News Feed