oleh

PWI Majalengka Akan Laksanakan UKW, Dengan Tiga Materi Ujian Baru

-News-15 views

Min.co.id-Majalengka-Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dipelopori dan digagas Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka akan dilaksanakan dua hari yang bertempat di kuningan Jawa Barat

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ini akan diikuti 32 orang peserta dengan biaya gratis dan mendapatkan beragam fasilitas lainnya. Peserta UKW sendiri terdiri dari wartawan cetak, online, radio, dan televisi. Pelaksanaan sendiri akan dilaksanakan pada Jum’at-Sabtu (13-14/11/2019) di Sangkan Hurip Kabupaten Kuningan.

Menurut keterangan dari ketua PWI Majalengka Jejep Falahul Alam Kegiatan ini akan dibuka langsung Bupati Majalengka H. Karna Sobahi dan dihadiri Ketua PWI Jawa Barat H. Hilman Hidayat.

Tema UKW yang akan diusung sendiri adalah “Menuju wartawan yang profesional dan kompeten.”

Dari total peserta yang daftar UKW ada 54 wartawan menurut jejep namun yang lolos seleksi administrasi dari panitia dan Dewan Pers sebanyak 32 wartawan dengan rincianya 30 orang wartawan untuk mengikuti UKW muda dan 2 orang UKW madya. Data itu didapat dari hasil seleksi panitia,” kata Ketua PWI Majalengka Jejep Falahul Alam, Minggu (1//12/2019).

Masih menurut jejep mengenai penyebab banyaknya peserta yang tidak lolos, kata dia, banyak peserta yang tidak melengkapi persyaratan administrasi, terbentur oleh aturan media harus berbadan hukum perusahan terbatas (PT) pers.”Ada yang daftar menggunakan badan hukum CV, itu langsung di coret ungkapnya

Dan banyak pula yang tidak melengkapi persyaratan administrasi sesuai standar
Dewan Pers, sehingga gugur dengan sendirinya,”tuturnya. Masih dijelaskan Jejep, peserta UKW sendiri berasal dari media lokal Majalengka, regional Jawa Barat, dan media nasional, baik cetak, online, radio maupun televisi. Jika melihat jumlah peserta UKW yang lolos administrasi, sambung dia.

Sementara untuk para peserta akan dibagi ke dalam lima kelas. Dimana masing-masing kelas berisi 6 orang peserta dengan satu orang penguji dan asisten penguji.” Kalau materi yang akan diujikan itu mayoritas aktivitas sebagai jurnalis di lapangan baik mencakup teori maupun prakteknya,” jelasnya.

Lebih jauh alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini menjabarkan, materi UKW sesuai dengan pedoman Dewan Pers
yang seperti untuk UKW muda meliputi merencanakan/mengusulkan liputan, rapat redaksi, dan mencari bahan liputan acara terjadwal.

Disamping itu ada juga materi wawancara cegat, membangun jejaring, menulis berita, menyunting berita sendiri, wawancara tatap muka, hingga menyiapkan isi rubrikasi.” Hal yang tidak kalah pentingnya adalah, memahami dan melaksanakan kode etik jurnalistik (KEJ) dan hukum/undang undang /peraturan pers,” jelasnya.

Bukan hanya materi diatas, lanjut dia, ada tiga materi tambahan UKW yang diberlakukan pada tahun 2019 dan itu
berbeda dengan UKW tahun-tahun sebelumnya seperti materi tambahan yang dimaksud itu yakni tentang UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik
Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).” Materi tambahan yang mulai diujikan pada UKW tahun 2019 hingga kedepannya,” paparnya.

Bahkan Pihaknya berharap dengan diketahui materi ujian para peserta wartawan semakin menyadari arti penting UKW dan benar benar mempersiapkan sejak dini dalam menghadap proses UKW.” dan Kami juga mengucapkan terima-kasih kepada Pemkab Majalengka yang telah memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan UKW perdana di Majalengka. Ini bukti jika Pemkab Majalengka sangat perhatian dan peduli terhadap pers,” ucapnya.

Kepala Bagian Protokoler Setda Majalengka Hj Neni Sofia Iriani menambahkan, tujuan pelaksanaan UKW sendiri diharapakan para insan pers semakin profesional dan kompeten dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Apalagi menurut Hj. Neni UKW sendiri merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap wartawan sesuai dengan himbauan Dewan Pers. “Pemerintah Kabupaten Majalengka mendukung penuh pelaksanaan UKW ini, agar para insan pers dapat meningkatkan wawasan pengetahuan, kapasitas maupun kapabalitasnya untuk menjaga marwah wartawan dan mampu mengubah stigma negatif, guna mengembalikan marwah profesionalisme wartawan sebagai pilar keempat demokrasi,” paparnya.

Dia menambahkan, selain UKW pada hari pertama juga dilaksanakan focus
group discussion (FGD) dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat dan tokoh nasional Marurar Sirait.”Kalau temanya tentang peran media massa dalam menangkal hoaks, terorisme dan radikalisme,”tegasnya.(topik)

Komentar

News Feed